Pria Asal Desa Tembok Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai

0
91
Proses evakuasi Ketut G yang ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai wilayah Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng.
Proses evakuasi Ketut G yang ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai wilayah Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Sumber foto: dna/ub

UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang pria berinisial Ketut G ditemukan meninggal dunia di pinggir pantai wilayah Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, pada Jumat 25 September 2025.

Korban meninggal akibat penyakit epilepsinya yang diduga kambuh saat sedang berjalan-jalan di pantai.

Kapolsek Tejakula, AKP Gede Darma Diatmika menerangkan, awalnya warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki – laki yang ternyata merupakan warga sekitar yang mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

Baca Juga:  Sekda Buleleng Resmikan Rumah Pajang Produk UMKM di Tejakula

Ketut G ini pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan sekitar bernama Mohrim (48). Saat itu sekitar pukul 06.00 Wita saksi sedang berjalan-jalan di Pantai, tiba-tiba melihat sosok mayat dengan posisi telungkup di atas pasir dan posisi kepala menghadap ke timur.

Temuan jasad lalu dilaporkan ke Kelian Adat Ngis I Made Arjaya (47). Menerima laporan tersebut Arjaya lantas mengecek langsung ke tempat ditemukannya jasad. Setelah sampai dilokasi, saksi mengenali korban lewat tatto naga yang berada di punggung korban dan bergegas memberitahu pihak keluarga.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Satu Lagi Tersangka Kasus Pembakaran Rumah di Julah

“Benar, kami menerima laporan lalu langsung mendatangi TKP bersama tim medis dari Puskesmas I Tejakula. Korban merupakan warga sekitar dan sudah dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka,” Kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dr. Gede Anton Wikrama Adibrata di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Saat ditemukan korban memakai baju kaos warna putih dengan jas warna hitam dan celana panjang hitam.

Baca Juga:  Tingkatkan Pemahaman dan Kompetensi, BPKAD Denpasar Gelar Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga diketahui jika korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Pihak keluarga juga sudah menerima dengan ikhlas kepergian korban dan menolak dilakukan proses autopsi,” Pungkasnya.(dna/ub)