spot_img
spot_img
BerandaBaliOJK Bali Bekali Guru SMA/MA Modul Literasi Keuangan, Siapkan Pelajar Melek Finansial

OJK Bali Bekali Guru SMA/MA Modul Literasi Keuangan, Siapkan Pelajar Melek Finansial

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggelar Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan bagi kepala sekolah serta guru ekonomi SMA/MA se-Provinsi Bali.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka dan daring pada Selasa, 24 Februari 2026, ini bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA di Bali yang sebelumnya dilaksanakan pada Oktober 2025.

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Provinsi Bali, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Provinsi Bali.

Baca Juga:  Ciptakan Lulusan Berkualitas, Program Studi Ilmu Kelautan FKP Unud Rayakan Hut ke-10 dengan Kegiatan Sosial

Modul ajar tersebut disusun untuk menstandarkan materi pembelajaran literasi keuangan bagi siswa SMA/MA di seluruh Bali. Materi mencakup konsep dasar pengelolaan keuangan, pemahaman produk dan layanan jasa keuangan, hingga edukasi mengenai risiko kejahatan keuangan digital.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menegaskan bahwa pemahaman mengenai keuangan merupakan keterampilan hidup yang sangat penting bagi generasi muda.

“Dengan jumlah pelajar di Bali sekitar 902.437 orang atau 20,23 persen dari jumlah penduduk Pulau Dewata, peningkatan literasi keuangan bagi pelajar tidak dapat dikesampingkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan sektor keuangan yang semakin kompleks.

Baca Juga:  OJK Bali Dorong Hilirisasi Kakao, Tabanan Mantapkan Diri Jadi Sentra Utama di Pulau Dewata

“Hal ini penting karena pemahaman keuangan merupakan essential life skill untuk mencegah potensi permasalahan terkait penggunaan produk keuangan seperti penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal serta kejahatan keuangan digital,” kata Irhamsah.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia yang memberikan apresiasi atas langkah strategis OJK dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada OJK Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali atas inisiasi dan kolaborasi yang sangat strategis,” ujarnya.

Ia berharap literasi keuangan di kalangan pelajar tidak berhenti pada aspek pengetahuan semata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui ekosistem yang memungkinkan para pelajar mempraktikkan pengelolaan keuangan secara bijak sejak di bangku sekolah.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Dukung Teruna-Teruni Bali Berlaga di Ajang Pemilihan Duta Wisata Indonesia

Modul Ajar Literasi Keuangan ini dirancang untuk diajarkan kepada siswa kelas X pada semester kedua setiap tahun pelajaran dengan total 16 jam mata pelajaran.

Materinya juga dilengkapi dengan informasi terkini mengenai perkembangan produk jasa keuangan berbasis teknologi, termasuk pinjaman daring, aset digital, serta mekanisme perlindungan konsumen.

Melalui kegiatan ToT ini, para guru diharapkan dapat menjadi duta literasi keuangan di sekolah masing-masing sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa terkait pengelolaan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Upaya ini juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang cerdas, mandiri secara finansial, serta siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments