Jelang Pembukaan Buleleng Festival 2026, Ribuan Sajian Ikan Diserbu Warga di BDE

0
118
Buleleng Festival 2026 menjadi semakin semarak dengan hadirnya Gerakan Makan Ikan Bersama yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng.
Buleleng Festival 2026 menjadi semakin semarak dengan hadirnya Gerakan Makan Ikan Bersama yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng/Updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Buleleng Festival 2026 menjadi semakin semarak dengan hadirnya Gerakan Makan Ikan Bersama yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Buleleng Digital Expo (BDE), RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Selasa 18 Agustus 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan berlangsung. Warga datang bersama keluarga untuk mencicipi berbagai menu olahan hasil laut yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Sate ikan tuna dan bandeng krispi menjadi dua sajian yang menarik perhatian pengunjung.

Salah seorang warga, Yeti, yang tinggal di Jalan Bisma, turut datang bersama suami dan anaknya. Ia mengetahui kegiatan tersebut setelah melihat informasi yang diunggah melalui halaman Facebook Humas Buleleng.

Yeti mengaku menikmati suasana makan bersama yang berlangsung di tengah kemeriahan rangkaian Buleleng Festival. Ia juga memberikan apresiasi terhadap sajian ikan yang menurutnya memiliki cita rasa yang nikmat.

Baca Juga:  Peringatan Hari Ibu 2024, Pj Ketua Dekranasda Bali Ajak Lestarikan Kain Tenun Tradisional

“Olahan sate ikan yang dihidangkan terasa sangat lezat dan disajikan dalam porsi yang melimpah. Meski cita rasa sambalnya tergolong pedas, hal itu justru menambah kenikmatan tersendiri,”ujar Yeti yang memang gemar mengonsumsi olahan hasil laut.

Bagi Yeti, mengonsumsi ikan telah menjadi bagian dari pilihan makanan untuk keluarga. Ia menyebut kandungan Omega-3 serta nutrisi lain dalam ikan menjadi alasan untuk rutin mengonsumsi hasil laut.

Selain itu, ikan dinilai memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan daging merah. Karena itu, meskipun pengolahan maupun konsumsi ikan terkadang membutuhkan perhatian lebih akibat duri, manfaat yang diperoleh tetap menjadi pertimbangan.

“Meskipun mengolah ikan terkadang membutuhkan sedikit kesabaran karena adanya duri, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat saya untuk terus menyajikan dan menikmati hidangan sehat ini demi kesehatan keluarganya karena Buleleng sendiri yang garis pantainya paling panjang tentu hasil lautnya berlimpah,”tutupnya.

Baca Juga:  Perluas Sasaran Vaksin, Pemkab Gianyar Kick Off Vaksin Anak Umur 6-11 Tahun

Gerakan Makan Ikan Bersama tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan menjelang pembukaan Buleleng Festival 2026. Kegiatan ini juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menyiapkan ribuan porsi makanan berbahan dasar ikan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Sajian tersebut terdiri atas 2.200 porsi bandeng krispi dan 4.300 tusuk sate ikan tuna. Jumlah tersebut disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mencicipi langsung berbagai olahan ikan sekaligus mengenal lebih jauh manfaat konsumsi hasil perikanan.

Baca Juga:  Pemkab Badung Gelar Intervensi Serentak untuk Penurunan Stunting

Kampanye Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan. Kandungan gizi ikan dinilai mendukung pertumbuhan anak, perkembangan kecerdasan otak, sekaligus menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting.

Potensi perikanan Buleleng juga menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut terus didorong. Wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai panjang menyimpan potensi hasil laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi.

Pelaksanaan Gerakan Makan Ikan dijadwalkan kembali pada momentum penutupan Buleleng Festival 2026, Minggu 23 Agustus 2026. Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa konsumsi ikan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat sekaligus mendukung pemanfaatan potensi perikanan lokal.(adv/updatebali)