Endek Tunjung Ungu Resmi Diluncurkan di BulFest 2026, Motif Teratai Buleleng Tampil Makin Modern

0
112
Endek Tunjung Ungu Resmi Diperkenalkan di BulFest 2026, Wastra Buleleng Tampil dengan Sentuhan Modern
Endek Tunjung Ungu Resmi Diperkenalkan di BulFest 2026, Wastra Buleleng Tampil dengan Sentuhan Modern. Sumber foto: Humas Buleleng/Updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Kekayaan wastra Buleleng kembali mendapat ruang di panggung utama Buleleng Festival 2026. Kali ini, motif bunga teratai ungu dihadirkan dalam karya tenun Endek Tunjung Ungu yang resmi diperkenalkan Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Wardhany Sutjidra, Rabu 19 Agustus 2026.

Pengenalan wastra tersebut dikemas melalui peragaan busana bertajuk “Askara – Wastra Tunjung Ungu”. Sejumlah karya busana rancangan desainer Buleleng ditampilkan di hadapan masyarakat sebagai upaya memperlihatkan bahwa kain tradisional dapat terus berkembang mengikuti perubahan tren tanpa kehilangan karakter lokal.

Prosesi peluncuran diawali dengan simbolis pemintalan benang oleh Wardhany Sutjidra bersama Ketua Gatriwara Luh Parmiti Arya dan Ketua DWP Dewi Suyasa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengalungan syal Endek Tunjung Ungu. Ny. Wardhany Sutjidra mengalungkan syal kepada Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ketua Gatriwara Luh Parmiti Arya kepada Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, sedangkan Ketua DWP Dewi Suyasa kepada Sekda Buleleng Gede Suyasa.

Baca Juga:  Badung Salurkan Bantuan Kemensos Kepada 5803 Keluarga Penerima Manfaat

Endek Tunjung Ungu merupakan hasil kolaborasi Dekranasda Buleleng dengan sejumlah desainer lokal. Motif teratai ungu diterjemahkan ke dalam pola tenun dengan tampilan yang lebih kekinian, elegan dan memiliki identitas tersendiri.

Koleksi tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai desain busana yang diperagakan di panggung BulFest. Kehadiran karya-karya tersebut sekaligus memperlihatkan kreativitas para pelaku fashion Buleleng dalam mengembangkan kain tenun daerah.

Ketua Dekranasda Buleleng Wardhany Sutjidra mengatakan pengembangan motif baru merupakan bagian dari upaya menjaga keberadaan wastra lokal agar tetap memiliki tempat di tengah perkembangan industri mode.

Baca Juga:  Badung Caka Fest 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi, Transaksi UMKM Tembus Rp1,49 Miliar

“Khususnya tenun endek motif tunjung ungu agar semakin dikenal, dicintai, dan mampu berkembang mengikuti tren fashion masa kini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pihak yang terlibat dalam proses penciptaan dan pengembangan koleksi Endek Tunjung Ungu. Menurutnya, keterlibatan desainer lokal memberikan nilai tambah bagi pengembangan kain tenun khas Buleleng.

“Semoga kolaborasi ini dapat semakin memperkuat ekosistem industri kreatif di kabupaten Buleleng,” katanya.

Peluncuran Endek Tunjung Ungu tidak berhenti pada pengenalan motif baru. Dekranasda Buleleng juga ingin mendorong masyarakat untuk semakin terbiasa menggunakan produk dan kain lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan masyarakat terhadap produk lokal dinilai memiliki dampak berantai, mulai dari menjaga keberlangsungan tradisi menenun hingga membuka peluang ekonomi bagi perajin, desainer dan pelaku usaha kreatif.

Baca Juga:  Pasar Adat Desa Pergung Kembali dibuka

Karena itu, pengembangan wastra dilakukan dengan pendekatan yang memadukan nilai tradisi dan kreativitas modern. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat kain endek lebih mudah diterima generasi muda sekaligus memiliki peluang untuk menjangkau pasar fashion yang lebih luas.

Panggung Buleleng Festival 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan Endek Tunjung Ungu kepada masyarakat. Selain warga lokal, festival tersebut juga menjadi titik temu dengan generasi muda dan wisatawan yang datang menikmati rangkaian kegiatan BulFest.

Melalui inovasi motif dan desain, wastra Buleleng diharapkan tidak hanya bertahan sebagai bagian dari warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.(adv/updatebali)