
UPDATEBALI.com, DENPASAR – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menguji jaringan 450 LTE di Bali. Pengujian ini menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan teknologi komunikasi untuk mendukung sistem kelistrikan yang semakin digital dan terintegrasi.
Pengujian dilakukan melalui proof of concept (POC) untuk mengetahui kemampuan jaringan dalam menghubungkan perangkat di lapangan dengan pusat pengatur sistem kelistrikan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pengujian tersebut, mulai dari cakupan dan kualitas komunikasi, kestabilan koneksi, hingga kemampuan jaringan dalam mengirimkan data operasional secara konsisten.
Dalam sistem kelistrikan, kecepatan penyampaian informasi menjadi faktor penting. Data dari perangkat di lapangan yang dapat diterima dengan cepat oleh pusat pengatur akan membantu petugas melakukan pemantauan sekaligus menentukan langkah operasional secara lebih tepat.
Implementasi POC tersebut turut mendapat perhatian Komdigi. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pengujian sekaligus membahas aspek teknis dan hasil implementasi jaringan 450 LTE di PLN UP2D Bali.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan kebutuhan terhadap jaringan komunikasi yang andal semakin besar sejalan dengan perkembangan sistem kelistrikan berbasis digital.
“POC 450 LTE menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji secara langsung bagaimana teknologi komunikasi ini dapat mendukung kebutuhan operasional sistem kelistrikan. Kami ingin memastikan teknologi yang nantinya digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, memiliki jangkauan dan keandalan yang baik, serta mampu mendukung pertukaran data secara cepat dan konsisten,” ujar Petrus.
Menurutnya, komunikasi data menjadi bagian penting dalam proses pemantauan maupun pengaturan jaringan distribusi listrik. Teknologi komunikasi yang semakin baik diharapkan dapat membantu PLN meningkatkan efektivitas pengelolaan sistem.
“Tujuan akhirnya tetap pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan komunikasi yang semakin andal, sistem kelistrikan dapat dipantau dan dikendalikan dengan lebih efektif. Hal tersebut diharapkan turut mendukung percepatan penanganan gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan,” tambah Petrus.
Transformasi sistem kelistrikan membuat kebutuhan komunikasi tidak lagi sebatas hubungan antara petugas. Peralatan yang berada di lapangan juga harus mampu bertukar data dengan pusat pengendali.
Data mengenai kondisi jaringan dapat dikirimkan secara langsung sehingga petugas memperoleh gambaran mengenai situasi sistem tanpa selalu mengandalkan penyampaian informasi secara manual.
Karena itu, jaringan komunikasi menjadi salah satu elemen pendukung dalam pengembangan sistem tenaga listrik berbasis digital. Melalui POC 450 LTE, PLN dapat memperoleh gambaran langsung mengenai kemampuan teknologi tersebut ketika diterapkan pada kondisi operasional sebenarnya.
Frekuensi 450 MHz memiliki karakteristik berupa jangkauan yang luas dan kemampuan penetrasi sinyal yang baik. Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan pembuktian melalui pengujian lapangan dengan memperhitungkan kondisi geografis Bali serta kebutuhan jaringan kelistrikan.
Denny Setiawan mengatakan pengujian semacam ini penting dilakukan sebelum teknologi diterapkan dalam cakupan yang lebih besar. Data yang diperoleh dari lapangan menjadi dasar untuk mengevaluasi kelayakan serta menentukan arah pengembangan berikutnya.
“Sinergi Komdigi dan PLN menjadi penting karena pembangunan infrastruktur energi dan digital memiliki keterkaitan yang semakin erat. POC ini perlu dimanfaatkan untuk mendapatkan data dan pembelajaran yang komprehensif sehingga kita memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya,” ujar Denny.
Bagi masyarakat, proses pengujian jaringan 450 LTE berlangsung sebagai bagian dari pengembangan sistem di balik layanan kelistrikan. Namun, apabila hasil pengujian memenuhi kebutuhan operasional, teknologi tersebut berpotensi mendukung percepatan pemantauan kondisi jaringan.
Pemanfaatannya juga dapat diarahkan untuk mendukung otomasi jaringan serta pengiriman data dari berbagai titik menuju pusat pengatur sistem.
Dengan aliran informasi yang lebih cepat, petugas diharapkan dapat memperoleh informasi kondisi jaringan secara lebih akurat, menentukan tindakan operasional, dan merespons gangguan dengan lebih efektif.
POC yang dilakukan PLN UP2D Bali bersama Komdigi menjadi tahap evaluasi untuk mengetahui kesiapan teknologi sebelum kemungkinan dikembangkan lebih luas.
Hasil pengujian nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan sejauh mana jaringan 450 LTE mampu memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan.
Pada akhirnya, teknologi komunikasi tersebut tidak hanya diukur dari kecanggihannya, tetapi dari manfaat yang dapat diberikan terhadap pengelolaan jaringan. Semakin cepat kondisi sistem diketahui, semakin besar pula peluang PLN memberikan respons yang tepat untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.(yud/updatebali)


