Lapas Singaraja Over Kapasitas, 207 Warga Binaan Tetap Dapat Remisi HUT ke-81 RI

0
116
Sebanyak 207 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja memperoleh Remisi Umum dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 207 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja memperoleh Remisi Umum dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sumber foto: Humas Buleleng/Updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Sebanyak 207 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja memperoleh Remisi Umum dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penyerahan remisi dilakukan di Aula Nusantara Lapas Kelas IIB Singaraja, Senin 17 Agustus 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng dan Forkopimda Buleleng menyerahkan remisi kepada para warga binaan. Dari total penerima, satu orang mendapatkan Remisi Umum II dan langsung mengakhiri masa pidananya.

Pemberian remisi menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan sekaligus penghargaan terhadap warga binaan yang dinilai telah menjalani proses pembinaan dan menunjukkan perilaku baik selama berada di dalam lapas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra juga menyoroti persoalan kapasitas Lapas Kelas IIB Singaraja yang saat ini jauh melampaui daya tampung.

Berdasarkan kondisi yang disampaikan, lapas yang memiliki kapasitas 120 orang kini dihuni 403 warga binaan. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena masih terdapat warga binaan yang berada di rumah tahanan dan berpotensi dipindahkan ke Lapas Singaraja.

Baca Juga:  39 Warga Binaan Rutan Negara Terima Remisi Khusus Idul Fitri 2023

“Kapasitasnya 120 orang, tetapi sekarang terisi 403 orang. Bahkan tadi Bapak Kapolres menyampaikan masih ada warga binaan yang berada di rumah tahanan. Kalau semuanya dilimpahkan ke sini, tentu akan semakin padat,” ujar Bupati.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemkab Buleleng telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pengembangan kawasan lapas terpadu dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami sudah komunikasikan dengan Pak Gubernur. Nantinya akan diintegrasikan sehingga ada solusi agar Lapas di daerah tidak terlalu jauh dan bisa terpadu dalam satu kawasan,” jelas Bupati Sutjidra.

Baca Juga:  Momen Haru Final Soekarno Cup III, Anak-anak Down Syndrome Dampingi Pemain Masuk Stadion

Di tengah keterbatasan ruang, Bupati Sutjidra memberikan apresiasi terhadap berbagai program pembinaan yang tetap dijalankan pihak lapas.

Warga binaan mendapatkan kesempatan mengikuti sejumlah kegiatan produktif. Di antaranya berkebun, budidaya ikan lele dan nila, kesenian tradisional serta pembuatan berbagai produk kerajinan yang telah memiliki sertifikat kekayaan intelektual.

Program tersebut dinilai penting sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja Iskandar Djamil menyampaikan bahwa mayoritas dari 207 penerima remisi merupakan warga binaan dengan kasus narkotika.

Satu warga binaan yang memperoleh Remisi Umum II dan langsung bebas juga merupakan terpidana kasus narkotika. Yang bersangkutan telah menjalani dua pertiga masa pidananya dan mendapatkan remisi selama enam bulan.

“Yang mendapatkan Remisi Umum ada 207 orang. Yang Remisi Umum II dan langsung bebas satu orang. Dia mendapatkan remisi enam bulan dan selanjutnya mengikuti pelatihan Bela Negara selama enam bulan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Siapkan Perda untuk Dukung Pengembangan Turyapada Tower sebagai Destinasi Wisata Baru

Menurut Iskandar, pelatihan Bela Negara menjadi salah satu program baru yang diberikan sebagai bagian dari pembinaan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada warga binaan agar memiliki kesiapan ketika kembali ke lingkungan masyarakat serta tidak mengulangi tindak pidana.

Selain pelatihan tersebut, Lapas Kelas IIB Singaraja tetap menjalankan berbagai aktivitas pembinaan meski menghadapi persoalan kelebihan penghuni.

Kegiatan yang diberikan mencakup pencucian motor, pangkas rambut, pembuatan kerajinan, berkebun hingga budidaya ikan. Berbagai aktivitas tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan sekaligus membangun sikap produktif warga binaan.

“Walaupun kondisi kami overload, tidak mengurangi semangat kami dalam membina sesama manusia. Intinya adalah memanusiakan manusia,” tegasnya.(adv/updatebali)