Bawaslu Badung Cek Data Pemilih di Gulingan dan Dalung, Temukan Pemilih Meninggal dan Disabilitas

0
246
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung melakukan pengawasan langsung terhadap proses pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) data pemilih yang dilaksanakan KPU Kabupaten Badung, Kamis 13 Agustus 2026.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung melakukan pengawasan langsung terhadap proses pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) data pemilih yang dilaksanakan KPU Kabupaten Badung, Kamis 13 Agustus 2026. Sumber foto: Istimewa/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung melakukan pengawasan langsung terhadap proses pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) data pemilih yang dilaksanakan KPU Kabupaten Badung, Kamis 13 Agustus 2026.

Coktas tersebut menyasar pemilih yang terindikasi telah meninggal dunia serta pemilih penyandang disabilitas. Pengawasan dilakukan dengan mendatangi langsung kediaman warga yang masuk dalam daftar untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, jajaran KPU dan Bawaslu berkoordinasi dengan pemerintah desa serta melibatkan kepala dusun setempat. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu proses verifikasi identitas dan kondisi pemilih.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Peluncuran Tahapan Pilkada 2024

Di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Anggota Bawaslu Badung I Putu Hery Indrawan mengawasi pelaksanaan coktas yang dilakukan Tim 3. Dari hasil pengecekan di lapangan, tercatat tiga pemilih yang telah meninggal dunia dan tiga pemilih penyandang disabilitas.

Rinciannya, di Banjar Sedahan ditemukan tiga pemilih disabilitas fisik. Dari tiga pemilih tersebut, salah satunya diketahui telah meninggal dunia. Sementara di Banjar Batu Lumbung, tim menemukan tiga pemilih yang sudah meninggal dunia.

“Coktas ini penting untuk memastikan data pemilih sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kami melakukan pengawasan langsung agar setiap proses yang dilakukan KPU dapat berjalan sesuai ketentuan dan temuan di lapangan bisa ditindaklanjuti,” ujar Hery Indrawan.

Baca Juga:  Gunakan Identitas Palsu Untuk VCS, Pria ini Ancam Sebarkan ke Medsos

Pengawasan serupa dilakukan di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara. Anggota Bawaslu Badung Rachmat Tamara turun mengawasi pelaksanaan coktas oleh Tim 2.

Dari hasil verifikasi, ditemukan tiga pemilih meninggal dunia dan tiga pemilih disabilitas. Di Banjar Bhineka Nusa Kangin, terdapat tiga pemilih dengan disabilitas fisik dan salah satunya diketahui telah meninggal dunia.

Sementara itu, pengecekan di Banjar Dukuh menemukan dua pemilih yang telah meninggal dunia serta satu pemilih yang belum berhasil ditemukan.

Baca Juga:  Libatkan Desa Adat, Bawaslu Badung Dorong Demokrasi Lebih Berintegritas

“Temuan seperti ini perlu dipastikan langsung di lapangan. Kami bersama KPU dan pihak desa mengecek satu per satu agar data yang ada benar-benar menggambarkan kondisi pemilih saat ini,” kata Rachmat Tamara.

Bawaslu Badung memastikan hasil pengawasan tersebut menjadi bagian dari proses pengawalan pemutakhiran data pemilih. Setiap informasi yang diperoleh melalui pengecekan langsung akan menjadi bahan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan coktas juga menjadi langkah untuk memastikan data pemilih yang digunakan dalam penyelenggaraan pemilu tetap akurat, sehingga kondisi faktual masyarakat dapat tercermin dalam daftar pemilih.(den/updatebali)