Proyek Penataan Titik Nol Mulai Dikerjakan, Bupati Sutjidra Yakin Jadi Ikon Baru Kota Singaraja

0
274
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, memulai ground breaking penataan Titik Nol Kota Singaraja dengan tujuan menata kawasan bersejarah dan menyelesaikan proyek senilai 25 miliar rupiah pada Juni 2026.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, memulai ground breaking penataan Titik Nol Kota Singaraja dengan tujuan menata kawasan bersejarah dan menyelesaikan proyek senilai 25 miliar rupiah pada Juni 2026. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja resmi memasuki tahap ground breaking.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, unsur DPRD, serta Sekda Buleleng Gede Suyasa melakukan peletakan batu pertama di areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng dan Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Jumat, 20 Februari 2026.

Sebelumnya, pengerjaan proyek telah berjalan selama tiga hari yang diawali dengan pembongkaran sejumlah bangunan serta penataan pohon di kawasan tersebut.

Dengan progres awal yang dinilai lancar, Bupati Sutjidra menyatakan optimistis penataan dapat diselesaikan sesuai target.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Raih Tiga Besar Terbaik Pengelolaan TKDD di Bali

“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar 25 miliar rupiah dengan pengerjaan selama 4,5 bulan,” terang Bupati Sutjidra.

Ia menambahkan, proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Penataan dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan heritage agar nilai sejarah Kota Singaraja tetap terjaga sekaligus tertata lebih representatif.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Tutup SMK Festival Bangli dengan Tradisi Megibung

Terkait pro dan kontra di masyarakat, Sutjidra mengakui dinamika tersebut sebagai hal yang wajar dalam sebuah pembangunan. Namun demikian, pihaknya meyakini penataan kawasan bersejarah ini akan memberikan dampak positif, terutama dalam mengembalikan nilai historis yang sebelumnya mengalami banyak perubahan.

Ke depan, penataan juga akan menyasar lobi Kantor Bupati yang dirancang kembali seperti konsep terdahulu sebagai ruang terbuka untuk menerima tamu dan masyarakat yang ingin “mesadu” atau berdiskusi.

Baca Juga:  Lighthouse School Program Berakhir, Pemkab Buleleng Lanjut Teken MoU dengan GTK

Kawasan puri juga akan dibenahi secara berkelanjutan dengan mempertahankan karakter bangunan heritage tanpa tembok-tembok tinggi.

“Semua bangunan bersifat heritage dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat untuk mesadu atau berdiskusi,” pungkasnya.

Dengan dimulainya ground breaking ini, Pemkab Buleleng berharap Titik Nol Singaraja menjadi wajah baru kawasan bersejarah yang lebih tertata, terbuka, dan tetap menjaga identitas budaya daerah.(adv/ub)