UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan parade budaya yang mengangkat kisah perjalanan tokoh pendiri Buleleng, Ki Barak Panji Sakti, sebagai salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja.
Kegiatan ini akan menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan yang puncaknya digelar pada 30 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, saat menggelar jumpa pers bersama puluhan awak media cetak dan elektronik di Rumah Makan Ranggon Sunset Singaraja, Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan ini juga dihadiri Asisten I dan II Sekda Buleleng, Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Made Suharta, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Bupati Sutjidra menjelaskan, parade budaya tahun ini dirancang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap kecamatan di Kabupaten Buleleng akan menampilkan fragmen atau episode perjalanan sejarah Ki Barak Panji Sakti melalui pertunjukan seni dan budaya.
Menurutnya, konsep tersebut bertujuan mengajak masyarakat kembali mengenal perjalanan panjang tokoh yang memiliki peran penting dalam berdirinya Buleleng.
“Dalam parade budaya ini masing-masing kecamatan akan membawakan episode perjalanan Ki Barak Panji Sakti. Jadi masyarakat bisa melihat kembali bagaimana perjalanan sejarah berdirinya Buleleng melalui penampilan seni dan budaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sutjidra mengatakan parade budaya tersebut juga menjadi implementasi dari tema HUT ke-422 Kota Singaraja, yakni “Bhinneka Shanti Jagadhita”, yang mencerminkan keberagaman, keharmonisan, serta semangat kebersamaan masyarakat Buleleng.
Selain mengangkat kisah sejarah Ki Barak Panji Sakti, parade ini juga akan menampilkan berbagai ekspresi budaya yang berkembang di Kabupaten Buleleng.
Tidak hanya budaya bernuansa Hindu, tetapi juga budaya dari masyarakat Muslim, Konghucu, serta berbagai etnis yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.
“Buleleng merupakan daerah yang sangat heterogen. Karena itu melalui parade budaya ini kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya di Buleleng merupakan kekuatan yang harus terus dijaga,” jelasnya.
Di samping parade budaya, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyiapkan berbagai kegiatan lain untuk memeriahkan HUT Kota Singaraja. Salah satunya adalah lomba pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah Singaraja Fun Run yang akan digelar di kawasan Pelabuhan Buleleng. Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap pelabuhan bersejarah yang dahulu menjadi salah satu pintu perdagangan penting di Bali bahkan Indonesia Timur.
“Pelabuhan Buleleng dulu merupakan pelabuhan alam yang sangat penting, menjadi pintu keluar masuk perdagangan dan ekspor dari wilayah Indonesia Timur. Momentum ini sekaligus menjadi upaya kita mengingat kembali sejarah panjang perjalanan Buleleng,” ungkapnya.
Sementara itu, puncak perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja akan dipusatkan di Taman Bung Karno, dengan menghadirkan berbagai pementasan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat luas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah juga akan meluncurkan Kopi Robusta Lemukih yang telah memperoleh indikasi geografis. Bupati Sutjidra berharap produk kopi khas Desa Lemukih tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi petani sekaligus memperkuat branding kopi asli Buleleng.
Selain itu, untuk menjaga tradisi kuliner khas Bali, pemerintah juga akan menggelar lomba ngelawar sebagai upaya melestarikan budaya memasak lawar yang selama ini identik dengan perayaan hari besar keagamaan dan kegiatan adat di Bali.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Buleleng.(adv/ub)





