UPDATEBALI.com, DENPASAR – Setelah hampir sepekan berada dalam status tanggap darurat, Pemerintah Kota Denpasar resmi mengubah status menjadi Transisi Darurat ke Pemulihan mulai 17 September hingga 17 Desember 2025.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa di Posko Induk Penanganan Bencana, Selasa 16 September 2025.
Menurut Jaya Negara, perubahan status ini dilakukan setelah melalui koordinasi intens dengan Pemerintah Provinsi Bali, BMKG, dan hasil kaji cepat BPBD Kota Denpasar. Fokus utama kini diarahkan pada penanganan sampah pascabanjir, pelayanan kesehatan yang menyeluruh, serta pemenuhan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.
“Walaupun status berubah, kondisi masyarakat masih butuh perhatian ekstra. Maka penanganan tetap dilakukan secara terpadu, mulai dari sisi kemanusiaan, lingkungan, kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur,” jelasnya.
Dalam masa transisi ini, Pemkot Denpasar tetap mengaktifkan sistem komando darurat agar penanganan lebih terstruktur. Sampah banjir menjadi prioritas untuk segera dibersihkan demi mencegah timbulnya penyakit. Di sektor kesehatan, layanan diperkuat untuk menyasar kelompok rentan, termasuk ibu hamil, anak-anak, balita, dan lansia.
Pada sisi pendidikan, sekolah-sekolah yang terdampak sudah mulai bisa digunakan kembali. Pemkot juga menyalurkan bantuan berupa seragam, buku, tas, hingga sepatu bagi siswa terdampak.
Sementara untuk ekonomi, pemerintah akan memberikan bantuan khusus bagi pemilik usaha dan toko yang terdampak banjir. Verifikasi dilakukan dengan syarat utama kepemilikan KTP-el Kota Denpasar. Adapun khusus 638 pedagang Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, bantuan sebesar Rp4,6 miliar akan digelontorkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Jaya Negara juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, organisasi masyarakat hingga relawan individu yang turut membantu.
“Bencana ini hanya bisa kita lewati dengan kerja bersama. Semoga dengan dukungan semua pihak, Denpasar bisa segera pulih, bangkit, dan masyarakat kembali beraktivitas normal,” pungkasnya.(per/ub)





