Pemkab Jembrana Laksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Mandara Giri Semeru Agung

0
246
Pemkab Jembrana Laksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Mandara Giri Semeru Agung
Pemkab Jembrana Laksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, LUMAJANGPemerintah Kabupaten Jembrana menggelar Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis 17 Juli 2025.

Rangkaian persembahyangan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang hadir bersama sang istri, Ny. Inda Patriana.

Turut mendampingi jajaran pejabat Pemkab Jembrana, seperti para Asisten Sekda, kepala OPD, Majelis Desa Adat, camat, hingga para bendesa adat se-Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini menjadi bagian dari Karya Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung yang puncaknya telah dilaksanakan pada Purnama Kasa, 10 Juli 2025, dan akan ditutup dengan upacara penyineban Ida Bhatara pada 21 Juli mendatang.

Baca Juga:  Festival BDF 2024, DP2KBP3A Sediakan KB Gratis untuk Masyarakat

Usai sembahyang, Wabup Ipat menyampaikan bahwa bhakti penganyar ini adalah ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Melalui bhakti penganyar, kami memohon agar seluruh warga dan jajaran Pemkab Jembrana selalu diberikan kerahayuan, keselamatan, dan tuntunan spiritual,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pada pelaksanaan upacara, Pemkab Jembrana juga menyerahkan punia sebesar Rp10 juta.

Baca Juga:  Gubernur Koster Bidik Energi Arus Laut Nusa Penida, Bali Siapkan Langkah Menuju Kemandirian Energi

Wabup Ipat menegaskan, kehadiran Pemkab Jembrana dalam upacara ini juga menjadi wujud pengabdian dan permohonan restu agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik.

“Kami memohon perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar seluruh program kerja Pemkab Jembrana dapat berjalan lancar, membawa manfaat, dan sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Bhakti Penganyar ini diharapkan semakin memperkuat spiritualitas umat sekaligus menjaga harmoni antara pemerintah dan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan dan budaya.(yud/ub)