Pemkab Badung Gelar Bhakti Penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Salurkan Punia Rp100 Juta

0
239
Pemerintah Kabupaten Badung, dipimpin Bupati I Wayan Adi Arnawa, melaksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung
Pemerintah Kabupaten Badung, dipimpin Bupati I Wayan Adi Arnawa, melaksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung. Sumber foto: Humas Badung

UPDATEBALI.com, LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Badung, dipimpin Bupati I Wayan Adi Arnawa, melaksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis 17 Juli 2025.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Badung menyerahkan punia sebesar Rp100 juta sebagai bentuk sraddha bhakti.

Bupati Adi Arnawa hadir didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung Anom Gumanti, Sekda IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua GOW Ny. Yunita Alit Sucipta, Ketua DWP Ny. Oliviana Surya Suamba, serta para kepala OPD. Upacara dipuput Ida Pedanda Gede Karang dari Griya Selat Duda, menggunakan banten bebangkit pulogembal.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Kurir Barang Karena Jadi Provokator Tawuran di Tambora

Punia Pemkab Badung diterima langsung oleh Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati selaku Manggala Karya. Acara tersebut juga dihadiri Ketua PHDI Badung I Gede Rudia Adiputra, Ketua PHDI Lumajang Teguh Widodo, dan anggota DPRD Badung.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengungkapkan rasa syukur karena dapat ngayah dalam rangkaian Karya Pujawali.

“Bhakti Penganyar ini kami laksanakan untuk memohon kerahayuan, kedamaian, dan kemakmuran, tidak hanya bagi Bali dan Badung, tetapi juga untuk seluruh nusantara,” ujarnya.

Baca Juga:  DWP ISI Denpasar "Yatra Budaya" ke Para Maestro Seni di Bali

Ia menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan bhakti ini sebagai simbol hubungan spiritual masyarakat Bali dengan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, yang diyakini sebagai pemujaan Gunung Mahameru.

“Hubungan spiritual ini adalah warisan leluhur yang tak boleh terputus. Karena itu, kami akan terus melanjutkan tradisi ngayah ini,” tambahnya.

Karya Pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung diselenggarakan selama 11 hari, dimulai dari puncak karya pada Purnama Kasa, 10 Juli 2025, dan akan ditutup dengan upacara mesineb pada 21 Juli 2025.

Baca Juga:  Pemkab Badung Salurkan Bantuan Keagamaan, Umat Buddha Apresiasi Kepedulian Pemerintah

Bhakti Penganyar ini menjadi wujud nyata pelestarian nilai-nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan antarumat Hindu Bali dan Jawa.(den/ub)