UPDATEBALI.com, BULELENG — Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda menggelar sosialisasi penerapan katalog elektronik versi 6 (V6) dan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI), Selasa, 21 April 2026, di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan perubahan sistem pengadaan barang dan jasa secara nasional, khususnya penerapan katalog elektronik V6 yang kini menjadi pintu utama dalam proses e-purchasing.
Kepala Bagian PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, menjelaskan bahwa sistem terbaru ini mengintegrasikan katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan marketplace dalam satu platform.
“Dengan katalog versi 6, seluruh proses pengadaan terpusat dalam satu sistem yang telah mengakomodasi katalog LKPP dan marketplace. Hal ini memberikan kemudahan sekaligus memperluas pilihan penyedia bagi perangkat daerah,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi tersebut juga diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala teknis serta keterbatasan produk yang sebelumnya kerap ditemui dalam sistem pengadaan.
Selain itu, sosialisasi juga menekankan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai metode pembayaran non-tunai dalam pengadaan barang dan jasa. Sistem pembayaran ini terhubung langsung dengan keuangan daerah sehingga transaksi dapat dilakukan lebih cepat dan tercatat secara digital.
Kepala Bidang Perbendaharaan, Akuntansi, dan Pelaporan, Luh Sri Mendriadi, menyebut Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah dengan penerapan KKI terbaik di Provinsi Bali.
“Realisasi penggunaan KKI di Buleleng tergolong tinggi dan berjalan optimal. Sejak 2023, Buleleng juga telah ditetapkan sebagai pilot project penerapan KKI di Bali,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu memahami dan mengoptimalkan penggunaan katalog elektronik V6 dan KKI, sehingga pengadaan barang dan jasa dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan transparan.(adv/ub)





