spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkab Buleleng Fokus Perkuat Pajak dan Efisiensi dalam Rancangan APBD 2026

Pemkab Buleleng Fokus Perkuat Pajak dan Efisiensi dalam Rancangan APBD 2026

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menyiapkan arah kebijakan fiskal tahun depan.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan penjelasan awal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna bersama DPRD Kabupaten Buleleng, Selasa (4/11/2025).

Rapat tersebut menjadi titik awal pembahasan mendalam antara eksekutif dan legislatif mengenai rencana anggaran yang menitikberatkan pada optimalisasi pendapatan daerah dan efisiensi belanja.

Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Pemkab Buleleng menatap tahun anggaran 2026 dengan optimisme tinggi, terutama terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Ia menyebut, capaian sektor pajak dan retribusi tahun ini menjadi sinyal positif.

Baca Juga:  DPRD Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan

“Realisasi penerimaan pajak kita di triwulan ketiga sudah mencapai 74 persen. Dengan tren ini, kami yakin bisa menembus di atas 90 persen pada akhir tahun,” ungkapnya.

Ia menyebut sejumlah sumber pajak yang akan menjadi tumpuan, seperti pajak reklame, Pajak Hiburan dan Rekreasi (PHR), serta retribusi parkir di destinasi wisata (DTW). Menurutnya, potensi dari sektor pariwisata yang terus tumbuh akan menjadi penggerak utama peningkatan PAD.

“Kami ingin memaksimalkan DTW-DTW yang dimiliki Buleleng. Pajak reklame dan PHR juga akan digenjot karena potensinya sangat besar,” kata Sutjidra menambahkan.

Selain memperkuat pendapatan, Pemkab Buleleng juga menyiapkan strategi efisiensi di sisi belanja. Sutjidra menyebut kebijakan perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah dijalankan akan terus dilanjutkan untuk memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Dorong Ketahanan Pangan, Sutjidra-Supriatna Distribusikan 47 Ton Benih Padi dan Jagung ke Petani

“Prinsip efisiensi tetap kami kedepankan, termasuk dalam struktur organisasi. Selain itu, diversifikasi sumber pendapatan juga akan kami dorong,” ujarnya.

Menariknya, pos Belanja Tak Terduga (BTT) tahun depan justru mengalami penyesuaian menurun. Langkah ini diambil setelah pemerintah menilai bahwa kegiatan mitigasi bencana dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan berjalan efektif.

“Kami melihat gotong royong masyarakat sudah kuat. Saat musim hujan, genangan ada, tapi tidak menimbulkan hal serius. Itu karena semua pihak bergerak menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Bupati Sutjidra.

Baca Juga:  DPRD Buleleng Minta Program MBG Dievaluasi, Soroti Dugaan Mark-Up hingga Mekanisme Penyaluran

Ia juga memaparkan bahwa Pemkab kini rutin menggelar gerakan kebersihan massal setiap Jumat, yang melibatkan ASN, P3K, TNI, Polri, hingga pelajar di seluruh kecamatan.

“Sekolah juga kami dorong untuk ikut aktif. Satu jam setiap Sabtu pagi digunakan anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dengan telah disampaikannya penjelasan awal ini, Ranperda APBD 2026 memasuki tahap pembahasan intensif antara Pemkab dan DPRD. Diharapkan rancangan anggaran tahun depan tidak hanya realistis dan efisien, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat Buleleng.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments