UPDATEBALI.com, DENPASAR – SMP PGRI 8 Denpasar (Griasta) memulai Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertema “Ramah Anak Sahabat Sekolah”, Senin (13/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 236 peserta didik baru untuk mengenal budaya sekolah sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.
Berbeda dengan paradigma MPLS masa lalu yang identik dengan perpeloncoan, Griasta menghadirkan suasana pengenalan sekolah yang edukatif, inklusif, dan menyenangkan. Sejak hari pertama, siswa diajak mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, hingga berbagai program unggulan yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka selama tiga tahun ke depan.
Kepala SMP PGRI 8 Denpasar, Dr. I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, S.T., M.Pd., menegaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis pemerintah dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan peserta didik.
“Melalui MPLS ini, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, teman-teman baru, serta para guru sebagai bekal untuk memasuki jenjang pendidikan SMP,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada praktik perpeloncoan maupun tugas-tugas yang memberatkan siswa. Menurutnya, MPLS harus menjadi sarana membangun kesan pertama yang positif terhadap dunia sekolah.
“Tidak ada perpeloncoan dan tidak ada tugas membawa barang-barang yang aneh atau sulit dicari. Semua kegiatan dilaksanakan sesuai juknis yang berlaku,” tegasnya.
Selain memperkenalkan lingkungan belajar, MPLS juga menjadi ajang sosialisasi berbagai fasilitas modern yang dimiliki sekolah. Seluruh ruang kelas di SMP PGRI 8 Denpasar kini telah dilengkapi pendingin udara (AC) untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Pada program kelas reguler, proses pembelajaran didukung TV LED sebagai media pembelajaran. Sementara itu, kelas eksklusif dan kelas hybrid telah memanfaatkan TV Android dengan konsep ruang belajar yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Tidak hanya unggul dari sisi sarana, Griasta juga menawarkan tiga pilihan program pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan dan minat siswa. Program reguler menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran yang komprehensif.
Untuk siswa yang ingin memperkuat kemampuan bahasa asing, kelas eksklusif menyediakan pengayaan Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin sebagai bagian dari konsep semi-bilingual. Sedangkan kelas hybrid mengombinasikan pembelajaran teori dan praktik agar peserta didik memiliki pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan kehidupan nyata.
Komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan juga terus diperkuat melalui sistem evaluasi berkelanjutan. Sekolah secara rutin melibatkan guru dan siswa dalam proses evaluasi program, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan orang tua melalui survei berkala guna memperoleh masukan terhadap layanan pendidikan yang diberikan.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dilakukan melalui berbagai workshop, pelatihan, serta pendampingan dari pengawas sekolah, praktisi pendidikan, dan pakar teknologi pembelajaran.
Adi Trisna Sugara menilai evaluasi yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci dalam menjaga kualitas pendidikan agar tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui kontrol dan evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan, kami berupaya menjaga kualitas pembelajaran sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang terbaik di Griasta,” pungkasnya.
Dengan semangat ramah anak dan dukungan fasilitas pembelajaran modern, SMP PGRI 8 Denpasar optimistis dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu membentuk generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.





