spot_img
spot_img
BerandaBaliMPLS Ramah Dimulai, Pemkab Buleleng Tekankan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

MPLS Ramah Dimulai, Pemkab Buleleng Tekankan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

UPDATEBALI.com, BULELENGPemerintah Kabupaten Buleleng resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 secara serentak di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP.

Sebanyak 28.371 peserta didik baru mengikuti kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Pembukaan MPLS Ramah dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, yang hadir mewakili Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.

Dalam sambutannya, Surya Bharata menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Menurutnya, MPLS bukan sekadar ajang orientasi bagi peserta didik baru, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter, memperluas wawasan, dan menciptakan hubungan pertemanan yang sehat.

Baca Juga:  Lomba Baleganjur Meriahkan HUT Kota Singaraja ke-420 Tahun 2024

Ia mengatakan, Kabupaten Buleleng tengah mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, siswa baru diharapkan memanfaatkan MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya dan tata tertib sekolah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tempat mereka belajar.

“Kami ingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai pondasi kesuksesan. Selain itu, siswa didorong untuk terus mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun perilaku negatif lainnya,” ujarnya.

Selain membangun karakter, peserta didik juga diajak menjadikan MPLS sebagai momentum menanamkan disiplin, tanggung jawab, semangat gotong royong, serta menggunakan teknologi secara bijaksana. Kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari materi pembelajaran.

Disdikpora Buleleng turut mengingatkan para guru dan panitia agar seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak. Praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik ditegaskan tidak boleh terjadi selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga:  PPPK Bukan Lagi Non-ASN, Sekda Buleleng Tekankan Pentingnya Etika dan Disiplin

Selain itu, seluruh siswa akan mendapatkan penguatan nilai-nilai karakter, budaya Bali, serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan dampak negatif penggunaan media sosial.

Peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mendukung proses adaptasi anak di lingkungan sekolah. Disdikpora mengajak para orang tua membangun komunikasi yang baik dengan sekolah, mendampingi anak selama masa transisi, serta mengawasi penggunaan gawai agar tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan, mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang menunjuk sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tahun ini.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

Baca Juga:  Sekda Buleleng Tegaskan Aturan Baru, Pegawai Wajib Bawa Tumbler

“Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Buleleng yang unggul, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” harapnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah peserta MPLS di Kabupaten Buleleng mencapai 28.371 siswa, terdiri atas 8.199 murid jenjang PAUD/TK, 10.018 siswa SD, dan 10.809 siswa SMP.

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai materi, di antaranya Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, budaya senyum, salam, sapa, sopan dan santun, serta Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments