UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang buruh harian lepas, Nyoman Sutama (55), meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur saat bekerja di Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, pada Kamis 9 Juli 2026.
Korban diduga terpeleset ketika hendak naik dari dasar sumur untuk beristirahat usai melakukan pekerjaan penggalian.
Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Budayana seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut, polisi menerima laporan adanya kecelakaan kerja sekitar sore hari dan langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang pekerja yang terjatuh ke dalam sumur saat melakukan pekerjaan penggalian. Personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP sekaligus berkoordinasi dengan tim evakuasi,” Kata AKP Budayana, Jumat 10 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan saksi, korban mulai bekerja menggali sumur bersama tiga rekannya sekitar pukul 14.30 Wita. Saat itu, korban bertugas menggali tanah di dalam sumur, sedangkan rekan-rekannya berada di atas untuk membantu proses pekerjaan.
Sekitar pukul 15.30 Wita, korban berniat naik ke permukaan untuk beristirahat. Namun saat memanjat keluar dari dalam sumur, korban diduga kehilangan pegangan hingga terpeleset dan terjatuh kembali ke dasar sumur dengan kedalaman sekitar 12 meter.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban bersama kakaknya berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke dalam sumur. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Petugas Polsek Kubutambahan kemudian berkoordinasi dengan personel Pemadam Kebakaran Kecamatan Kubutambahan serta tim medis dari Puskesmas Kubutambahan I untuk melakukan proses evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan, tim medis melakukan pemeriksaan dan menyatakan korban telah meninggal dunia. Korban mengalami sejumlah luka berat, di antaranya luka pada bagian kepala, luka lecet di wajah, serta patah tulang leher akibat benturan.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka,” Terang AKP Budayana.
Peristiwa tersebut ditangani Polsek Kubutambahan sebagai kecelakaan kerja. Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama saat melakukan aktivitas di lokasi yang memiliki risiko tinggi.(dna/ub)





