
UPDATEBALI.com, BADUNG – Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu, 12 April 2026.
Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan di Badung tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus berakar kuat pada nilai adat, budaya, dan kearifan lokal.
Ia menyebut keberadaan PBMM memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas dan menjaga identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi.
“Pratisentana Bendesa Manik Mas menjadi kekuatan penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan budaya Bali. Ini adalah fondasi utama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar seluruh potensi daerah dikelola secara bijak dan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong generasi muda agar aktif dalam pelestarian budaya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan bahwa organisasi adat harus mampu menjadi ruang penguatan tanggung jawab sosial sekaligus menjadi pemersatu masyarakat.
“Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBMM Kabupaten Badung, Jro Gede Komang Widiarta, mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan memperkuat jati diri sebagai bagian dari masyarakat adat Bali.
“Kita bersatu bukan untuk menjadi lebih besar, tetapi untuk memahami jati diri dan mengabdi demi kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra, Anggota DPRD Badung Ida Cokorda Mengwi XIII, Ketua PBMM Provinsi Bali, para pemangku desa/kelurahan se-Badung, serta unsur Tripika dan tokoh adat lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan lembaga adat semakin kuat dalam menjaga keseimbangan pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai budaya.(den/ub)


