Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Sembung, Soroti Semangat Ngayah dan Kepedulian Lingkungan

0
173
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu, 11 April 2026.

Kehadiran Bupati disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung, I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat yang turut mengikuti rangkaian upacara.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjalankan tradisi ngayah. Menurutnya, nilai kebersamaan tersebut merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Resmikan Pembangunan Museum Majapahit untuk Pelestarian Budaya

“Pelaksanaan yadnya ini tidak hanya sebagai wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga memperkuat keharmonisan sosial di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung akan selalu mendukung upaya pelestarian adat dan budaya,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Ia mengajak warga untuk mulai disiplin dalam pengelolaan sampah, khususnya dengan melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga.

Baca Juga:  HM Fisioterapi FK Unud Gelar Webinar Nasional

Hal tersebut sejalan dengan program prioritas Pemkab Badung dalam penanganan sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 26 Maret 2026 dengan prosesi nancep surya.

Selanjutnya, berbagai tahapan upacara dilaksanakan secara bertahap hingga mencapai puncak karya pada 8 April.

Ia menambahkan, pada 11 April dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah rangkaian penutup seperti mekebat daun, mendem bagia, nyenuk, hingga prosesi nyineb sebagai akhir dari seluruh kegiatan.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta hadiri acara Melaspas dan Pujawali di Pura Bhagawan Penyarikan Batanasem Sempidi

Rangkaian karya ini menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat Desa Sembung dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai spiritual, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.(den/ub)