Literasi Keuangan Bali Capai 78,77 Persen, Peringkat Ketiga Nasional

0
22
Literasi Keuangan Bali Capai 78,77 Persen, Peringkat Ketiga Nasional
Literasi Keuangan Bali Capai 78,77 Persen, Peringkat Ketiga Nasional. Sumber Foto : Yud / Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Provinsi Bali menunjukkan capaian tinggi. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Bali mencapai 78,77 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 96,24 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Parjiman, mengatakan capaian tersebut menempatkan Bali pada peringkat ketiga nasional untuk indeks literasi keuangan dan peringkat keenam nasional untuk indeks inklusi keuangan.

Menurut Parjiman, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program edukasi dan perluasan akses keuangan yang dilakukan OJK bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga:  Buka UFF 2022, Wagub Cok Ace Harap Bisa Jadi Tonggak Kebangkitan Pariwisata dan UMKM Bali

Hingga Agustus 2026, OJK Bali telah melaksanakan 420 kegiatan edukasi dengan jumlah peserta lebih dari 75.000 orang. Kegiatan tersebut dilakukan melalui berbagai program nasional maupun kolaborasi dengan sejumlah pihak.

Salah satu program yang terus dikembangkan yakni KKN Literasi dan Inklusi Keuangan bersama perguruan tinggi di Bali. Program ini menyasar 50 desa yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota, dengan melibatkan hampir 700 mahasiswa.

“Selain menyasar masyarakat umum, kami juga terus memperluas literasi keuangan kepada usia sekolah,” kata Parjiman.

OJK Bali juga mengembangkan modul literasi keuangan bagi siswa tingkat SMA dan madrasah aliyah. Modul tersebut mencakup pemahaman mengenai sektor jasa keuangan, layanan uang digital, serta perlindungan konsumen.

Baca Juga:  Sekretariat Daerah Badung Masuk 10 Besar Mangupura Award 2026, Jalani Verifikasi Faktual

Sementara itu, dalam upaya memperluas inklusi keuangan, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) hingga Agustus 2026 telah melaksanakan 486 kegiatan yang menjangkau 22.764 peserta.

Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi sektor dan pelaku usaha prioritas, termasuk sektor pertanian.

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) juga terus didorong di Bali. Dari sekitar 833 ribu siswa, sebanyak 700.902 siswa atau 85,47 persen telah memiliki rekening.

Selain menyasar masyarakat dan pelajar, OJK Bali juga menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui Bali Nadi Jayanti 2026. Program tersebut menyasar pelaku UMKM sektor makanan dan minuman, industri kreatif, serta kelompok UMKM khusus, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dan penyandang disabilitas.

Baca Juga:  BPBD Buleleng Dorong Ketangguhan Desa, Relawan Seririt Dibekali Pelatihan Kebencanaan

Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 14 kegiatan dengan melibatkan 343 pelaku UMKM.

Materi yang diberikan dalam program pemberdayaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan edukasi keuangan. Peserta juga mendapatkan penguatan kapasitas usaha, mulai dari kewirausahaan, pemasaran, pengemasan, promosi, kredit produk, hingga pemahaman mengenai kekayaan intelektual.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK Bali dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan. (yud/updatebali)