Tekan Beban Umat, PHDI Denpasar Hadirkan Manusa Yadnya Bersama dengan Semangat Gotong Royong

0
130
Parisada Hindu Dharma Indonesia
Tekan Beban Umat, PHDI Denpasar Hadirkan Manusa Yadnya Bersama dengan Semangat Gotong Royong. sumber foto : Kominfo Denpasar/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar kembali menghadirkan pelayanan keagamaan bagi umat Hindu melalui pelaksanaan Manusa Yadnya Bersama, yang meliputi Upacara Menek Kelih, Pewintenan Saraswati, dan Metatah Massal.

Kegiatan tersebut digelar sebagai salah satu upaya meringankan umat Hindu dalam melaksanakan tahapan manusa yadnya, sekaligus menjawab anggapan yang berkembang di media sosial bahwa pelaksanaan yadnya identik dengan biaya besar, rumit, dan memberatkan.

Ketua PHDI Kota Denpasar, Dr. I Made Arka, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan manusa yadnya secara bersama merupakan bentuk pelayanan kepada umat sekaligus wujud semangat gotong royong.

“Adanya anggapan bahwa yadnya dalam agama Hindu itu ribet dan memberatkan kami jawab dengan pelaksanaan manusa yadnya bersama ini,” ujar Made Arka didampingi Ketua Panitia Dr. A.A Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, ST., M.Si.,., saat ditemui di sela-sela rapat persiapan di Kantor PHDI Kota Denpasar, Taman Kota Lumintang, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Menek Kelih, Pewintenan Saraswati dan Metatah secara bersama diharapkan dapat membantu umat dalam menuntaskan kewajiban manusa yadnya kepada anak-anaknya dengan lebih sederhana dan terjangkau.

Baca Juga:  Peringatan Hari Jadi ke-66 Bali di Badung, Kolaborasi Sukseskan Pembangunan dan Cegah Stunting

“Upacara Menek Kelih, Pewintenan Saraswati dan Metatah Massal digelar sebagai upaya meringankan umat Hindu dalam menuntaskan kewajiban manusa yadnya kepada anak-anaknya,” jelasnya.

Made Arka menegaskan, pelaksanaan manusa yadnya secara bersama tidak hanya berkaitan dengan efisiensi pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi perwujudan spirit Vasudhaiva Kutumbhakam atau semangat bahwa seluruh umat merupakan satu keluarga.

Dengan semangat tersebut, umat diharapkan dapat menjalankan yadnya secara lebih ringan dan tidak merasa terbebani.

“Dengan semangat bergotong royong, umat dapat mengikuti upacara manusa yadnya ini dengan ringan dan mudah, tidak ribet,” katanya.

Menariknya, besaran punia bagi umat yang mengikuti kegiatan tersebut diserahkan kepada kerelaan dan keikhlasan masing-masing peserta.

Made Arka menjelaskan, punia yang diberikan bukan semata-mata dipandang sebagai biaya kegiatan, melainkan sebagai bentuk bhakti dan persembahan kepada leluhur.

“Punia yang diberikan sejatinya sebagai wujud bhakti persembahan kepada para leluhur yang turun kepada anak-anak kita sehingga besarannya disesuaikan dengan kemampuan,” tegasnya.

Baca Juga:  Makna dari Hari Raya Saraswati Sebagai Turunnya Ilmu Pengetahuan dalam Ajaran Agama Hindu

Konsep tersebut sekaligus membuka ruang terjadinya subsidi silang. Umat yang memiliki kemampuan lebih diharapkan dapat memberikan punia lebih sehingga membantu umat lain yang memiliki keterbatasan kemampuan.

PHDI Kota Denpasar juga melihat Manusa Yadnya Bersama sebagai solusi bagi umat Hindu yang tinggal di Denpasar dan sekitarnya, termasuk warga perantauan maupun transmigran yang tidak menjadi bagian dari warga di wilayah desa adat tertentu.

Dengan konsep pelaksanaan bersama, mereka tetap mendapatkan ruang untuk menjalankan tahapan keagamaan tersebut secara khidmat.

Selain membuka partisipasi umat, panitia juga memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pihak swasta untuk mendukung kegiatan melalui donasi maupun sponsorship.

“Panitia juga turut urunan mepunia untuk bergotong royong memberi pelayanan kepada umat,” ujar Made Arka.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr. A.A Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, ST., M.Si., mengatakan panitia juga telah menyiapkan sejumlah ketentuan teknis untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan khidmat.

Salah satunya terkait busana peserta. Umat yang mengikuti kegiatan diharapkan mengenakan pakaian sembahyang sederhana berupa busana putih-kuning madya sesuai kesepakatan panitia.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Resmikan Lintasan Kereta Bermain untuk Anak

“Pedoman pakaian dibuat sebagai upaya kebersamaan dan kesederhanaan, agar inti pelaksanaan yadnya dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh bhakti,” ujar Wira Bima Wikrama.

Berbagai hal teknis lainnya akan disampaikan kepada peserta melalui technical meeting sebelum kegiatan berlangsung. Peserta yang telah mendaftar juga akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi.

Pemuput upacara nantinya melibatkan sejumlah pinandita yang berasal dari berbagai soroh atau pasemetonan di Bali. Keterlibatan para pinandita tersebut diharapkan memberikan nuansa sakral sekaligus mencerminkan keberagaman dalam pelaksanaan yadnya bersama.

Manusa Yadnya Bersama ini rencananya dilaksanakan Acara dilaksanakan Sabtu, 3 Oktober 2026 di Wantilan Pura Lokananta Denpasar. PHDI Kota Denpasar membuka pendaftaran bagi umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya.

Umat yang membutuhkan informasi dan ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat menghubungi sekretariat panitia melalui Tu Riska: 0857-9265-5761 atau Esa: 0857-9266-5761. (*/updatebali)