BPBD Buleleng Dorong Ketangguhan Desa, Relawan Seririt Dibekali Pelatihan Kebencanaan

0
195
Pelatihan relawan kebencanaan di Kecamatan Seririt digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Buleleng dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.
Pelatihan relawan kebencanaan di Kecamatan Seririt digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Buleleng dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG — Dengan karakter wilayah nyegara-gunung yang menyimpan potensi bencana beragam, Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan relawan kebencanaan hasil kolaborasi lintas lembaga yang digelar di Wisma Nangun Kerti Bedugul, Desa Pancasari, Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB-API) ini merupakan bagian dari Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi oleh LPBI PBNU bekerja sama dengan Pemerintah Australia serta didukung penuh oleh BPBD Kabupaten Buleleng.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan relawan dari tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seririt, wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Baca Juga:  Berpotensi Membahayakan, BPBD Jembrana Sisir Belasan Pohon Perindang Mati Jalur Denpasar-Gilimanuk

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi kemanusiaan jangka panjang.

Menurutnya, kesiapan relawan harus dibangun secara menyeluruh agar mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi.

“Inti kegiatan ini agar relawan tahu, mau, dan mampu. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan, dibagikan ke masyarakat, dan pada akhirnya relawan mampu menjadi garda depan saat terjadi bencana. Ini tugas kemanusiaan yang sangat mulia,” tegasnya.

Ia juga berharap program serupa dapat terus berlanjut dan diperluas ke desa-desa lainnya di Kabupaten Buleleng. Pasalnya, hampir seluruh wilayah Buleleng memiliki potensi kebencanaan yang perlu diantisipasi sejak dini melalui peningkatan kapasitas masyarakat.

Baca Juga:  Perkuat Soliditas Pasemetonan, Arya Wang Bang Pinatih Gelar Mahasabha IV

Sementara itu, Manager Program KANAL NU, Iswar Abidin, menjelaskan bahwa pelatihan relawan ini merupakan tindak lanjut dari kajian risiko bencana yang telah dilakukan sebelumnya. Kajian tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat krusial, terutama pada fase awal penanganan bencana sebelum bantuan eksternal tiba.

“Ada golden time saat bencana terjadi. Masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi harus mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pelatihan relawan menjadi sangat urgen,” jelas Iswar.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Upacara Ngenteg Linggih di Desa Adat Bualu

Lebih lanjut disampaikan, Program KANAL dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari kajian risiko, penyusunan rencana penanggulangan bencana tingkat desa, pelatihan relawan, hingga simulasi evakuasi mandiri.

Antusiasme peserta dinilai tinggi, bahkan beberapa desa telah mengalokasikan dana desa secara mandiri untuk mendukung keberlanjutan program.

Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader kebencanaan desa yang kompeten dan siap menularkan pengetahuan kepada masyarakat luas.

Dengan melibatkan pemerintah desa, relawan, perempuan, serta kelompok disabilitas, program ini menjadi langkah konkret menuju desa-desa di Buleleng yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi risiko bencana di masa depan.(adv/ub)