UPDATEBALI.com, TABANAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Parade Gebogan dan Baleganjur Dua Destinasi Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali Tahun 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Dharma Santi Mahotsava” tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Bamboo Stage The Blooms Bali, Minggu (21/6/2026).
Pembukaan parade berlangsung meriah dengan dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, Direktur DTW Ulun Danu Beratan, serta berbagai undangan lainnya.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan gamelan dan tarian maskot Ulun Danu yang untuk pertama kalinya dipentaskan di hadapan publik. Penampilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sanjaya yang menilai tarian tersebut sarat akan nilai filosofi dan spiritualitas.
“Saya apresiasi tadi adik-adik yang megambel, tarian maskot Ulun Danu yang perdana ditarikan sangat memukau dan luar biasa. Tarian yang melambangkan Dewi Ulun Danu didampingi empat penari sebagai simbol Catur Angga yang mengawal Pura Ulun Danu, sungguh sangat memukau. Kita patut berbangga dan berbahagia dapat menyaksikan penampilan perdana dalam event yang sangat baik ini,” ujar Sanjaya.
Dalam sambutannya, Sanjaya juga memberikan penghargaan kepada manajemen DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan kreatif sebagai bagian dari promosi destinasi wisata sekaligus upaya pelestarian budaya Bali.
Menurutnya, kegiatan parade seperti Gebogan dan Baleganjur memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik kawasan wisata Bedugul serta memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk terus menjaga tradisi dan kesenian warisan leluhur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DTW Ulun Danu dan The Blooms Bali atas penyelenggaraan parade kesenian budaya berupa Gebogan dan Baleganjur ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata di kawasan Bedugul dan sekitarnya,” tegasnya.
Secara simbolis, Bupati Sanjaya membuka kegiatan dengan melakukan penarikan replika gebogan. Ia menjelaskan, gebogan merupakan simbol persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah kehidupan. Bentuknya menyerupai gunung yang melambangkan kesucian, sementara berbagai hasil bumi yang tersusun di dalamnya menjadi simbol kemakmuran yang diberikan Tuhan kepada umat manusia.
Bupati Sanjaya juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang kini berkembang menjadi destinasi wisata berkelas internasional. Keberhasilan tersebut, menurutnya, lahir dari pengelolaan yang profesional serta sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Saya mengikuti perkembangan tempat ini sejak awal. Kini kita bisa melihat bagaimana Ulun Danu dan The Blooms terus menunjukkan kemajuan yang luar biasa hingga mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara. Ketika sektor pariwisata berkembang secara profesional, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat, pengelola, dan pemerintah secara bersama-sama,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sanjaya menilai keterlibatan sanggar seni, yowana, ibu-ibu PKK, serta masyarakat adat dalam parade menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan pariwisata. Semangat gotong royong tersebut dinilai sejalan dengan visi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, menjelaskan bahwa Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 mengusung tema “Dharma Santi Mahotsava” yang memiliki makna merajut persatuan melalui seni dan tradisi.
Kegiatan yang berlangsung mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 20 Desa Adat Pemaksan Pura Ulun Danu Beratan dengan melibatkan sekitar 1.500 generasi muda yang akan tampil secara bergiliran. Pelaksanaan parade selama lebih dari satu bulan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman budaya yang berkesan bagi wisatawan yang berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali, sekaligus menjadi daya tarik baru dalam meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Bedugul. (yud/ub)





