UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Senin, 6 April 2026, bertepatan dengan Soma Pon Wuku Sinta.
Bhakti Penganyar tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, serta dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede beserta anggota DPRD Kota Denpasar.
Turut hadir pula Anggota DPD RI Perwakilan Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali IGN Gede Marhaendra Jaya, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Oka Cahyadi Wiguna, serta Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama jajaran OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.
Pelaksanaan Bhakti Penganyar berlangsung khidmat dengan diawali pementasan sakral seperti Tari Rejang Renteng, Tari Rejang Rwa Bhineda, Wayang Lemah, dan Topeng Wali.
Suasana semakin religius dengan iringan tetabuhan Gong Gede, kidung suci, serta denting genta yang mengiringi jalannya upacara.
Prosesi kemudian ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Talikup dari Griya Kawolu Biau Muncan.
Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Selain itu, momen ini juga menjadi ajang introspeksi diri atau mulatsarira guna menjaga keseimbangan alam semesta.
“Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bhakti Penganyar juga merupakan bentuk rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah. Nilai kebersamaan atau menyama braya diharapkan terus terjaga agar yadnya sebagai wujud syukur dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Melalui Bhakti Penganyar ini diharapkan mampu memberikan energi dharma yang positif bagi jagat Bali, untuk menetralisir hal-hal negatif demi terciptanya keseimbangan alam,” imbuhnya.
Diketahui, rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh berlangsung selama 21 hari. Puncak karya telah dilaksanakan pada Purnama Sasih Kedasa, 2 April lalu.
Selanjutnya, kegiatan penganyar dilaksanakan oleh seluruh kabupaten/kota se-Bali 3-22 April, sebelum akhirnya ditutup dengan upacara panyineban pada 23 April 2026.(per/ub)





