UPDATEBALI.com, DENPASAR — Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Pecaruan Rsi Gana di SMPN 17 Denpasar, Jumat, 19 Desember 2025.
Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peresmian bangunan sekolah melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti yang bertepatan dengan Rahina Tilem Kanem.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Direktur Bisnis Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya, Kepala Cabang Utama BPD Kota Denpasar I Made Sudarma, Kepala Disdikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama, Camat Denpasar Timur Ni Ketut Sri Karyawati, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa upacara melaspas merupakan wujud sraddha bhakti untuk memohon keselamatan dan kerahayuan bagi bangunan yang akan digunakan sebagai sarana pendidikan.
“Melalui pelaksanaan Karya Melaspas ini, diharapkan dapat memperkuat keharmonisan sesuai ajaran Tri Hita Karana, sehingga bangunan yang ditempati memberikan energi positif serta menetralisir hal-hal yang bersifat negatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa pemelaspasan di lingkungan sekolah diharapkan semakin mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
Ia juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar telah menyelesaikan pembangunan dan renovasi 17 SD serta 2 SMP hingga akhir tahun. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Denpasar dalam mewujudkan visi kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju.
“Progres pembangunan infrastruktur pendidikan sudah berjalan baik. Saat ini tinggal menunggu kelengkapan sarana penunjang seperti meja, kursi, dan prasarana lainnya. Ini merupakan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 17 Denpasar, I Komang Agus Ugrasena, menyampaikan bahwa Karya Melaspas lan Rsi Gana dilaksanakan sebagai upaya melestarikan adat dan budaya Bali, sekaligus memohon doa restu secara niskala agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
“Tugas kami adalah menjaga dan memelihara adat serta budaya agar tetap ajeg dan berfungsi sebagaimana mestinya, selaras dan seimbang dengan sesama sesuai konsep Tri Hita Karana,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan karya ini, diharapkan SMPN 17 Denpasar dapat semakin optimal dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta berakar pada nilai-nilai budaya Bali.(per/ub)





