HUT ke-22 RSIA Puri Bunda, WIN Fertility Center ajak Pasangan Pejuang Garis Dua Berbagi Cerita dan Harapan

0
89
Dalam rangka memperingati 22 tahun perjalanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Denpasar, WIN Fertility Center menggelar talkshow inspiratif
Dalam rangka memperingati 22 tahun perjalanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Denpasar, WIN Fertility Center menggelar talkshow inspiratif. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka memperingati 22 tahun perjalanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Denpasar, WIN Fertility Center menggelar talkshow inspiratif bertajuk “Perjuangan Garis Dua: Cerita Kita, Bukan Hanya Aku atau Kamu” di HARRIS Hotel & Conventions Denpasar, Minggu 12 Oktober 2025.

Kegiatan ini menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat bagi pasangan yang tengah menapaki perjuangan memperoleh momongan.

Melalui talkshow ini, WIN Fertility Center ingin memberikan edukasi sekaligus ruang berbagi bagi para “pejuang garis dua” untuk memahami lebih dalam proses kehamilan, faktor kesuburan, serta berbagai teknologi medis yang dapat membantu mewujudkan impian memiliki buah hati.

Sejumlah dokter spesialis fertilitas hadir membagikan ilmu dan pengalaman mereka dalam berbagai sesi tematik. Di antaranya dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG., Subsp.FER membahas perjalanan awal kehidupan dan proses terjadinya kehamilan. dr. Ketut Darmayasa, Sp.OG., Subsp.FER menyoroti tantangan dan penyulit yang sering muncul dalam program hamil. Dr. dr. A.A.N. Anantasika, Sp.OG., Subsp.FER menjelaskan langkah-langkah medis seperti inseminasi buatan (IUI) dan bayi tabung (IVF). dr. Yukhi Kurniawan, Sp.And., Subsp.FER mengupas peran penting faktor laki-laki dalam keberhasilan program kehamilan dan dr. Jaqueline Sudiman, GradDipRepsc, MRepsc, Ph.D menampilkan kemajuan teknologi IVF yang kini kian memudahkan pasangan untuk meraih hasil optimal.

Selain materi ilmiah, acara juga diwarnai sesi berbagi kisah inspiratif dari pasangan yang telah berhasil menjalani program kehamilan bersama WIN Fertility Center.

Baca Juga:  Empat Tim Terbaik Rebut Tiket Final Turnamen Tenis Bapor Korpri Bali 2025
HUT ke-22 RSIA Puri Bunda, WIN Fertility Center ajak Pasangan Pejuang Garis Dua Berbagi Cerita dan Harapan
HUT ke-22 RSIA Puri Bunda, WIN Fertility Center ajak Pasangan Pejuang Garis Dua Berbagi Cerita dan Harapan. Sumber foto: Istimewa

dr. Made Suyasa Jaya menjelaskan, Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-22 RSIA Puri Bunda, WIN Fertility Center memberikan apresiasi kepada para peserta melalui promo khusus bertajuk “Promoversary – Special Anniversary Package.”

Dalam program ini, peserta berkesempatan memperoleh berbagai penawaran menarik seperti Cashback hingga Rp10 juta untuk program IVF, Gratis pemeriksaan kesehatan umum senilai Rp4 juta, Free PGTA, Diskon paket IUI hingga voucher layanan tambahan bagi peserta terpilih.

Promo ini berlaku hingga akhir 2025 sebagai bentuk dukungan bagi pasangan yang ingin segera memulai program kehamilan dengan biaya lebih terjangkau.

WIN Fertility Center, yang bernaung di bawah RSIA Puri Bunda, kini menjadi salah satu pusat fertilitas terdepan di Bali dengan layanan menyeluruh, teknologi modern, dan tim dokter subspesialis terbanyak di wilayah ini.

Dengan tingkat keberhasilan IVF yang mencapai 64% dan IUI hingga 18,1%, WIN terus memperkuat reputasinya sebagai klinik fertilitas dengan pendekatan yang tidak hanya ilmiah tetapi juga humanis. Setiap pasangan mendapatkan pendampingan personal dari tim konsultan dan CRM (Customer Relationship Management), memastikan setiap tahap program berjalan nyaman dan penuh empati.

Momen ulang tahun RSIA Puri Bunda ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang membantu ribuan pasangan mewujudkan impian menjadi orang tua.

“Kami percaya setiap perjuangan memiliki cerita. Melalui acara ini, kami ingin berbagi harapan bahwa impian untuk memiliki buah hati bisa diwujudkan bersama — dengan ilmu, teknologi, dan dukungan yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga:  13 Banjar Ikuti Lomba Senam Aerobik Porsenides Tibubeneng, Bupati Adi Arnawa Beri Apresiasi

Dalam paparannya, dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG., Subsp.FER, menyoroti peningkatan kasus infertilitas pada pasangan suami istri di Indonesia. Menurutnya, faktor gaya hidup, pola makan, polusi, dan usia menikah yang semakin tinggi turut berperan terhadap menurunnya tingkat kesuburan.

“Sekarang makin banyak kasus infertilitas, termasuk dari pihak laki-laki. Salah satunya azoospermia, yaitu kondisi di mana sperma tidak mengandung sel sperma sama sekali,” ujarnya.

Ia menegaskan, infertilitas bukan hanya urusan perempuan. Kedua pihak perlu menjalani pemeriksaan bersama karena penyebab kemandulan saat ini terbagi hampir seimbang antara pria dan wanita.

“Dulu banyak yang mengira infertilitas hanya karena istri. Sekarang sudah seimbang — 40 persen dari pihak suami, 40 persen dari pihak istri, sisanya kombinasi,” tambahnya.

dr. Made juga menekankan pentingnya memahami masa subur ideal antara usia 20–35 tahun. Di atas usia tersebut, kemungkinan hamil menurun dan risiko kelainan genetik meningkat.

“Kalau sudah lewat 35 tahun, kesuburan menurun cukup tajam. Jadi sebaiknya jangan menunda pernikahan atau program kehamilan terlalu lama,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar pasangan menjaga pola hidup sehat, menghindari rokok, alkohol, serta berganti pasangan, karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan gangguan reproduksi jangka panjang.

Dalam sesi berikutnya, dr. Ketut Darmayasa, Sp.OG., Subsp.FER, menjelaskan berbagai pendekatan medis dalam program hamil, mulai dari metode alami, inseminasi buatan (IUI), hingga program bayi tabung (IVF).

Menurutnya, bayi tabung merupakan pilihan terakhir ketika metode lain tidak memungkinkan.

Baca Juga:  Edukasi Gizi Seimbang, AHM Kembangkan Kesadaran Kesehatan di Kalangan Pelajar

“Kita selalu mulai dari yang paling sederhana dulu. Tapi kalau saluran telur tersumbat total atau sperma terlalu lemah, maka bayi tabung menjadi satu-satunya jalan,” terangnya.

Namun ia menegaskan bahwa tidak ada teknologi yang bisa menjamin keberhasilan 100 persen, sebab proses kehidupan tetap memiliki faktor ilahi.

“Teknologi bisa membantu, tapi hasil akhirnya tetap ada di tangan Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Jaqueline Sudiman, Ph.D, selaku embriolog di WIN Fertility Center, memaparkan peran penting teknologi IVF (In Vitro Fertilization) dalam membantu pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan.

“Kami bekerja di balik layar, menciptakan embrio dari sel telur dan sperma di laboratorium, sebelum ditanam kembali ke rahim ibu. Teknologi ini memberi peluang besar bagi mereka yang tak bisa hamil secara alami,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program bayi tabung sangat dipengaruhi usia pasangan, terutama usia ibu di bawah 35 tahun.

“Semakin muda usia pasangan, peluang keberhasilannya semakin tinggi. Karena itu, jangan menunda terlalu lama untuk memulai program,” katanya.

Menutup sesi edukasi, dr. Yukhi Kurniawan, Sp.And., Subsp.FER menyoroti peran vital pria dalam keberhasilan program kehamilan. Ia mengingatkan bahwa kualitas sperma bisa menurun karena gaya hidup tidak sehat.

Dengan semangat 22 tahun pengabdian, RSIA Puri Bunda dan WIN Fertility Center meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi sahabat setia para pejuang garis dua dalam setiap langkah menuju kehidupan baru.(den/ub)