spot_img
spot_img
BerandaBaliKolaborasi Pemkot dan BKKBN, Rumah Singgah Denpasar Jadi Pusat Konsultasi Keluarga

Kolaborasi Pemkot dan BKKBN, Rumah Singgah Denpasar Jadi Pusat Konsultasi Keluarga

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi mengoperasikan Rumah Singgah yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto IVF, Kamis, 19 Februari 2026.

Rumah Singgah ini dihadirkan sebagai ruang aman dan ramah bagi perempuan dan anak, yang difungsikan sebagai tempat konsultasi, ruang bermain, hingga sarana edukasi. Fasilitas tersebut juga difokuskan pada pelayanan kesehatan mental dan pendampingan sosial.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat meninjau lokasi menyampaikan harapannya agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Baca Juga:  Turyapada Tower Atasi Blank Spot, Gubernur Koster: Siaran TV Digital di Buleleng dan Jembrana Kini Jernih

“Masyarakat Denpasar punya tempat pelayanan yang ramah untuk perempuan dan anak. Khususnya untuk kesehatan mental. Harapannya, Rumah Singgah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Denpasar,” ujar Sagung Antari.

Kegiatan peninjauan tersebut dirangkaikan dengan Gebyar Pelayanan KB dan konseling gratis hasil kerja sama Pemkot Denpasar dengan BKKBN Provinsi Bali, dalam rangkaian peringatan HUT ke-238 Kota Denpasar.

Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati, menjelaskan bahwa pengoperasian Rumah Singgah dan pelayanan KB gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak, sekaligus mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Baca Juga:  Dari Luka Batin hingga Tekanan Kerja, Hipnoterapi Bantu Pulihkan Emosi

“Pelayanan KB hari hasil kerja sama Pemkot Denpasar dengan BKKBN Provinsi Bali. Ini dilaksanakan sebagai upaya juga untuk menciptakan pertumbuhan penduduk yang seimbang di Kota Denpasar,” katanya.

Sri Wetrawati menambahkan, Rumah Singgah juga akan menjadi rujukan bagi anak-anak yang menunjukkan gejala kurang gizi atau berisiko stunting. Orang tua dapat berkonsultasi secara intensif terkait penanganan dan pencegahan stunting di fasilitas tersebut.

Selain itu, Rumah Singgah akan dilengkapi tenaga profesional seperti ahli gizi, dokter, dan psikolog. Layanan pendampingan psikologis difokuskan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Baca Juga:  SMK PGRI 2 Badung, Sekolah Swasta Otomotif Terbaik di Bali

“Kita tahu bahwa kasus bunuh diri di Bali sekarang ini paling tinggi di Indonesia. Misalnya, jika di sekolah dan di masyarakat ditemukan keluarga yang menunjukkan gejala gangguan depresi dia bisa dirujuk ke sini. Atau juga bisa melalui link Denpasar Menyama Bagia,” imbuhnya.

Dengan hadirnya Rumah Singgah, Pemkot Denpasar berharap perlindungan terhadap perempuan dan anak semakin kuat, serta upaya pencegahan stunting dan gangguan kesehatan mental dapat dilakukan secara terpadu.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments