UPDATEBALI.com, BULELENG – Pada Jumat, 1 Maret 2024, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Gerakan Tanam Cabai di Hutan Kota Banyuasri.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan instansi terkait, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra; Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana; serta perwakilan dari Bank Indonesia, Kepala OJK Bali, dan BPD Bali.
Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi cabai, mengoptimalkan ruang pekarangan, dan mempromosikan pertanian di tengah perkotaan. Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam memanfaatkan aset lahan yang belum optimal untuk kegiatan positif.
Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, menjelaskan bahwa program ini menggunakan lahan tidur seluas 2 hektar milik Pemerintah Kabupaten Buleleng yang belum dioptimalkan sejak 2005. Tahap awalnya akan ditanami cabai, yang merupakan komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Buleleng.
“Pengolahan lahan ini melibatkan TNI, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian,” ucap Lihadnyana.
Erwin Soeriadimadja, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, menyatakan dukungan BI terhadap gerakan ini dengan menyediakan 12.000 bibit cabai. Ini sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di Bali.
“Varietas cabai lokal yang ditanam diperkirakan dapat dipanen dalam 3-4 bulan mendatang, sehingga akan meningkatkan produksi cabai lokal,” sebut Erwin Soeriadimadja.
Selain penanaman cabai, para peserta juga melakukan penebaran benih ikan nila dan penanaman pohon buah dan tanaman langka di sekitar kolam ikan. Upaya sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan stakeholders diharapkan dapat mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan di Bali.
“Bank Indonesia meyakini bahwa inflasi tahun 2024 akan tetap rendah dan terkendali,” tuturnya.(yan/ub)





