Sekda Suyasa Dorong Kunjungan Posyandu dan Peningkatan Gizi untuk Turunkan Angka Stunting

0
364
Sekda Suyasa Dorong Kunjungan Posyandu dan Peningkatan Gizi untuk Turunkan Angka Stunting
Sekda Suyasa Dorong Kunjungan Posyandu dan Peningkatan Gizi untuk Turunkan Angka Stunting. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.comBULELENG – Menurunnya angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng menjadi sorotan utama bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan tren positif ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, dalam Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting pada Selasa 7 Mei 2024, menekankan pentingnya kunjungan posyandu dan peningkatan gizi untuk mencapai target penurunan stunting yang lebih lanjut.

Angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng turun dari 11% pada tahun 2022 menjadi 6,2% pada tahun 2023, sebuah pencapaian yang membanggakan namun menantang. Untuk memastikan penurunan ini berkelanjutan, Sekda Suyasa menegaskan perlunya upaya yang terukur dan terarah, salah satunya dengan mengoptimalkan kunjungan bayi ke posyandu.

Baca Juga:  Mahasiswa Teknik Elektro Unud Raih Prestasi Gemilang di Mandalika Essay Competition

“Dengan mengoptimalkan kunjungan bayi ke posyandu, kita dapat mendapatkan data yang akurat dan melakukan penanganan yang optimal untuk mengejar target prevalensi stunting Kabupaten Buleleng sebesar 5,2%,” ungkap Sekda Suyasa.

Sekda Suyasa menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan esensial yang berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan daerah tersebut. Oleh karena itu, penanganannya perlu melibatkan banyak pihak dan aspek secara berkelanjutan, termasuk aspek kesehatan, keluarga, dan perilaku.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Tekankan Pemilahan Sampah dari Sumber, Libatkan Desa hingga Kelian Adat

Dalam upaya memperkuat penanganan stunting, Sekda Suyasa berharap kegiatan Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting ini dapat menyatukan persepsi, merumuskan rencana kerja, serta aksi yang lebih cepat dan terukur.

Debby Marta Legi, Ketua Tim Kerja Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, menambahkan bahwa Bali menjadi provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia, namun upaya untuk mencapai target yang ditetapkan tetap harus maksimal. Pendekatan intervensi yang komprehensif, melalui program SIDAK (Seleksi, Dampingi, dan Aksi), menjadi kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Buka Acara Panen Padi Nusantara di Subak Bengkel

“Pemerintah daerah harus mampu memprioritaskan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan cakupan pelayanan kepada kelompok sasaran Percepatan Penurunan Stunting, termasuk ibu hamil, anak usia 0-24 bulan, dan calon pengantin,” jelas Debby Marta Legi.

Dengan harapan agar seluruh tim percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus bergerak cepat dan meningkatkan koordinasi serta pemantauan, pemerintah daerah optimis dapat mencapai target penurunan stunting yang lebih lanjut dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di Buleleng.(adv/ub)