spot_img
spot_img
BerandaBaliWali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan Agung, Apresiasi Semangat Ngayah Krama...

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan Agung, Apresiasi Semangat Ngayah Krama Kesiman

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Pemelaspasan Agung yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kehadiran Wali Kota didampingi sejumlah tokoh, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Penglingsir Puri Agung Kesiman Anak Agung Ngurah Kusuma Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, serta tokoh adat dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Jaya Negara turut menyerahkan punia kepada panitia karya dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Palinggih Ratu Agung sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian yadnya yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  Wali Kota Denpasar Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Merajan Agung Puri Pemecutan Ukiran

Di sela kegiatan, Jaya Negara mengapresiasi kekompakan dan semangat ngayah yang ditunjukkan krama Desa Adat Kesiman dalam menyukseskan pelaksanaan karya. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara bersama-sama menjadi bukti nyata komitmen menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi spiritual yang diwariskan para leluhur.

Jaya Negara mengatakan, Karya Padudusan Agung tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan yadnya, tetapi juga memperkuat semangat menyama braya di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Kebersamaan yang terjalin dalam setiap proses persiapan menjadi cerminan bahwa warisan leluhur akan tetap lestari apabila dijaga dengan rasa tulus, gotong royong, dan pengabdian yang berkelanjutan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Bendesa Adat Kesiman Ketut Wisna menjelaskan bahwa seluruh rangkaian karya telah dipersiapkan secara bertahap oleh Krama Pemaksan Bumi Kebonkuri yang terdiri atas empat banjar. Rangkaian upacara meliputi Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pemelaspasan Agung, Manca Kelud, Mendem Pedagingan, Muput Caru Manca Kelud hingga Ngusaba Dalem yang akan mencapai puncaknya pada Anggara Kliwon Medangsia, 11 Agustus 2026.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Perpanjang Program “Promo Merdeka” dan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

“Pada Selasa, Anggara Pon Merakih tanggal 4 Agustus 2026 dilaksanakan Upacara Pemelaspasan Agung yang dipuput dua Sulinggih yakni Ida Pedanda Gde Putra Bajing, Grya Tegal Jingga Lebah, dan Ida Pedanda Darma Kerti, Grya Saraswati Batuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prosesi Pemelaspasan Agung yang dirangkaikan dengan Mendem Pedagingan merupakan simbol penyucian pelinggih beserta seluruh sarana upacara yang telah selesai dibangun maupun direnovasi. Prosesi tersebut juga menjadi doa bersama agar seluruh tahapan karya dapat berlangsung lancar sesuai sastra agama.

Baca Juga:  Ketua WHDI Badung Dukung Pelestarian Tradisi, Hadiri Upacara Melaspas Pralingga di Bongkasa

Menurut Ketut Wisna, pelaksanaan karya tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan antarwarga melalui semangat gotong royong dan ngayah yang melibatkan seluruh unsur masyarakat adat.

Lebih lanjut, Ketut Wisna menambahkan bahwa Karya Padudusan Agung memiliki makna mendalam sebagai upaya menyucikan bhuana alit dan bhuana agung, sekaligus memperkokoh sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya yang berstana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman.

“Seluruh tahapan karya telah disusun secara rinci dengan melibatkan sulinggih, pemangku, prajuru adat, sekaa, dan krama pengempon, sehingga pelaksanaannya diharapkan berlangsung tertib, khidmat, serta tetap berpedoman pada pakem adat dan dresta yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments