Hadiri Ngaben Massal di Kesiman, Wali Kota Jaya Negara Dorong Pelestarian Adat dan Tradisi Bali

0
188
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri puncak karya Atiwa-Tiwa di Desa Adat Kesiman, Kamis (3/9) bertempat di Setra Desa Adat Kesiman.
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri puncak karya Atiwa-Tiwa di Desa Adat Kesiman, Kamis (3/9) bertempat di Setra Desa Adat Kesiman. Sumber foto: Humas Denpasar/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan puncak Karya Atiwa-Tiwa atau Ngaben Massal yang digelar Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis 3 September 2026.

Upacara yang berlangsung di Setra Desa Adat Kesiman tersebut turut dihadiri Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jaya Negara bersama para undangan mengikuti rangkaian prosesi upacara hingga acara dilanjutkan dengan penyerahan punia. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat yang digelar secara bersama oleh masyarakat Desa Adat Kesiman.

Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi komitmen Desa Adat Kesiman yang secara berkelanjutan menyelenggarakan Karya Atiwa-Tiwa secara kolektif. Menurutnya, pelaksanaan ngaben massal tidak hanya menjadi upaya menjaga keberlangsungan adat dan tradisi Bali, tetapi juga menunjukkan semangat kebersamaan serta kepedulian desa adat dalam membantu meringankan beban masyarakat atau krama.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Mediksa di Kalibukbuk Buleleng

“Pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa ini merupakan bentuk tanggung jawab desa adat dalam membantu dan meringankan beban krama. Terlebih, upacara ini rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi krama dalam melaksanakan upacara,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, dalam laporannya menyampaikan sejumlah data peserta yang mengikuti rangkaian Karya Atiwa-Tiwa tahun ini. Untuk upacara ngaben, tercatat sebanyak 34 sawa, 127 ngelangkir, dan 22 ngelungah.
Selanjutnya, prosesi Atma Wedana Maligia Punggel diikuti sebanyak 297 sawa. Selain rangkaian Pitra Yadnya, pelaksanaan karya juga dirangkaikan dengan upacara metatah yang diikuti sebanyak 332 peserta.

Baca Juga:  Astra dan Kemendag Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Program Astra Export Champion

“Rangkaian acara diawali dengan prosesi ngaben pada 3 September, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Atma Wedana yang dimulai pada 6 September,” jelas I Ketut Wisna.

Ia menambahkan, prosesi Mesasab di Segara Padang Galak juga akan dilaksanakan secara kolektif dan diikuti sebanyak 508 peserta. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara sebelum memasuki puncak Atma Wedana Maligia Punggel yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2026.

Baca Juga:  Kepadatan Arus Balik Pariwisata dan Mudik Lebaran 2023, Parkir Terminal Kargo Gilimanuk Disiapkan Kembali

“Seluruh rangkaian Karya Atiwa-Tiwa ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Pihak panitia bersama prajuru Desa Adat Kesiman juga berharap pelaksanaan karya dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama dan umat yang terlibat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, jajaran Dinas Kebudayaan, Manggala Majelis Desa Adat (MDA), serta para penglingsir puri di wilayah Kesiman.(per/updatebali)