spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungGubernur Koster Titip Misi Sosial kepada Mahasiswa KKN UNUD, Data Kemiskinan hingga...

Gubernur Koster Titip Misi Sosial kepada Mahasiswa KKN UNUD, Data Kemiskinan hingga Jalan Rusak

UPDATEBALI.com, BADUNGGubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan khusus kepada 3.362 mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) yang akan menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 214 desa di delapan kabupaten di Bali.

Dalam arahannya, Gubernur Koster meminta mahasiswa KKN untuk mencatat data keluarga miskin, jalan rusak, ketersediaan air bersih, serta potensi lokal di wilayah KKN masing-masing.

Arahan itu disampaikannya saat memberikan pembekalan umum KKN PPM Periode XXXI, KKN Tematik Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, KKN Tematik Infrastruktur Pekerjaan Umum (PU), dan KKN Program Udayana Mengabdi (PUM) UNUD di Aula Gedung Widya Sabha, UNUD, Jimbaran, Badung, Jumat, 13 Juni 2025.

“Saya titip catat keluarga dengan kategori miskin dan sangat miskin. Foto rumah dan kamar mandinya. Harus by name by address,” ujar Gubernur Koster.

Baca Juga:  Pj Bupati Klungkung Tinjau Langsung Pelaksanaan PIN Polio di Desa Takmung

Ia menyebutkan bahwa data tersebut akan dijadikan dasar untuk menyusun program pengentasan kemiskinan tahun 2026, termasuk program Rumah Layak Huni dengan bantuan renovasi rumah senilai Rp30–50 juta per unit. Bahkan, jika diperlukan, akan dibangun rumah baru untuk keluarga sangat miskin.

Gubernur asal Desa Sembiran itu juga meminta mahasiswa mencatat anak-anak yang terancam putus sekolah karena kendala biaya. Pemprov Bali telah meluncurkan program Satu Keluarga Satu Sarjana yang memberikan bantuan biaya pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi, termasuk biaya hidup berupa uang kos dan makan sebesar Rp1,4 juta per bulan. Program ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru Agustus 2025 dengan target 3.000 mahasiswa dari keluarga miskin.

Baca Juga:  Bali Jadi Model Provinsi Hijau, Gubernur Koster Dapat Dukungan Penuh dari Menteri Pambudy

Tak hanya itu, mahasiswa KKN juga diminta mendokumentasikan jalan-jalan rusak di desa, serta memotret dan melaporkannya.

“Jalan berlubang, rusak, fotokan saja. Kalau perlu viralkan. Biar Bupati dan Gubernur tahu dan bisa langsung tangani,” tegasnya.

Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta mencatat desa-desa yang mengalami kesulitan air serta memetakan keberadaan sungai terdekat yang bisa menjadi sumber pengaliran air bersih.

“Data ini penting agar Pemprov bisa menyusun program secara tepat sasaran dalam APBD Induk 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mendorong mahasiswa untuk mendata potensi lokal, terutama di sektor pertanian dan pariwisata yang dapat dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Ia juga menitipkan pesan untuk turut menyosialisasikan program pelarangan sampah plastik sekali pakai, botol plastik di bawah satu liter, dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Baca Juga:  Berulah Lagi, Residivis Maling Motor Dibekuk

Sementara itu, Rektor UNUD Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. menyatakan bahwa KKN ini merupakan bentuk kontribusi nyata UNUD dalam mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“KKN ini tak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tapi juga menjadi kolaborasi konkret UNUD dan Pemprov Bali demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, KKN UNUD diselenggarakan dua kali setahun, dan pada periode kedua tahun ini akan berlangsung dari 13 Juli hingga 25 Agustus 2025.

Pada kesempatan itu, turut hadir Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai bekal dalam menjalankan pengabdian di masyarakat.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments