Gubernur Koster Instruksikan Percepatan Perbaikan Jalan dan Penerangan Jelang IBTK 2026 di Besakih

0
182
Menjelang puncak Ida Bhatara Turun Kabeh 2026, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penataan infrastruktur menuju kawasan suci Pura Agung Besakih.
Menjelang puncak Ida Bhatara Turun Kabeh 2026, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penataan infrastruktur menuju kawasan suci Pura Agung Besakih. Sumber Foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.comKARANGASEM – Menjelang puncak Ida Bhatara Turun Kabeh 2026, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penataan infrastruktur menuju kawasan suci Pura Agung Besakih. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para pemedek yang akan tangkil.

Arahan tersebut disampaikan langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rapat persiapan yang digelar di Gedung Wyata Graha, kawasan parkir Manik Mas, Besakih, Selasa 31 Maret 2026. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat tanpa terhambat prosedur administratif yang berlarut.

Baca Juga:  Demi Kelancaran Karya IBTK 2025 di Pura Agung Besakih, Gubernur Bali Atur Jadwal Persembahyangan

Koster menyoroti sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari jalan berlubang, lampu penerangan yang tidak berfungsi, hingga jalur gelap tanpa rambu yang dinilai berisiko bagi pemedek.

“Jangan menunggu lama, perbaikan harus segera dilakukan. Ini kegiatan besar, akses menuju Besakih harus benar-benar layak,” tegasnya.

Beberapa titik yang membutuhkan penanganan cepat di antaranya jalur Kunyit dan sejumlah akses lain menuju kawasan pura. Untuk mempercepat proses, Pemprov Bali tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga berencana menggandeng PLN guna menambah penerangan di jalur utama.

Baca Juga:  Perayaan Tumpek Uye di Jembrana Gelar Upacara Segara Kerthi dan Pelayanan Kesehatan Hewan

Upaya yang disiapkan meliputi pemasangan lampu darurat, penambahan titik penerangan, serta penyediaan sambungan listrik tambahan agar tidak ada lagi area gelap di sepanjang jalur pemedek.

Selain itu, berbagai peralatan berat dan tim teknis juga telah disiagakan. Ekskavator, bulldozer, hingga truk crane disiapkan untuk mempercepat perbaikan jalan, termasuk penanganan darurat di lapangan.

Koster menegaskan, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum puncak karya, sehingga arus pemedek dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Baca Juga:  Angkut 600 Penumpang, PHRI Bali Sambut Positif Kedatangan Airbus A380-800

“Yang terpenting pemedek merasa aman dan nyaman saat tangkil, tidak terlalu lama antre di perjalanan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga elemen masyarakat untuk bersinergi menyukseskan pelaksanaan karya agung tersebut.

“Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi tanggung jawab bersama. Semua harus bergerak agar IBTK berjalan lancar,” pungkasnya.(yud/ub)