
UPDATEBALI.com, BULELENG – Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, mulai mematangkan langkah menuju desa wisata. Tak hanya menawarkan pemandangan alam, desa ini juga menyimpan jejak sejarah yang membuatnya memiliki daya tarik berbeda.
Sejumlah potensi alam tengah disiapkan untuk menjadi daya tarik wisata. Mulai dari hamparan terasering sawah yang dilengkapi jalur trekking, kawasan perbukitan, hingga Air Terjun Santhi Phala yang nantinya diarahkan sebagai lokasi wisata spiritual untuk kegiatan melukat.
Di balik panorama tersebut, Desa Bengkel juga memiliki cerita panjang sebagai salah satu desa tua. Jejak masa lalu itu ditandai dengan keberadaan peninggalan era prasejarah berupa sarkofagus, hingga peninggalan dari era Lumbanan dan berbagai peninggalan pada masa modern.
Potensi alam dan sejarah tersebut kini mulai ditata agar tidak hanya menjadi cerita bagi masyarakat setempat, tetapi juga dapat dikenalkan kepada wisatawan. Pemerintah Desa Bengkel telah merancang pengembangan desa wisata sejak 2024 dan menargetkan seluruh tata kelola serta fasilitas pendukung siap pada 2027 mendatang.
Kepala Desa Bengkel Putu Artana mengatakan, proses persiapan masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya akademisi yang dilibatkan dalam penelitian dan penyusunan sejarah desa agar informasi yang nantinya disampaikan kepada wisatawan memiliki dasar yang jelas.
“Kami persiapkan sejak tahun 2024 sekarang masih mematangkan, target tahun 2027 bisa dilaunching. Kami juga libatkan akademisi agar penyusunan sejarah ini objektif dan berbasis penelitian,” ujar Artana, saat ditemui Kamis 8 Oktober 2026.
Menurutnya, buku sejarah desa nantinya akan menjadi salah satu panduan bagi pemandu wisata lokal dalam menjelaskan berbagai potensi dan perjalanan sejarah Desa Bengkel kepada pengunjung.
“Buku sejarah desa ini nantinya bisa menjadi pegangan bagi pemandu wisata lokal,” Imbuhnya.
Selain menata destinasi, pemerintah desa juga menyiapkan berbagai sektor pendukung. Salah satunya pengelolaan kebersihan lingkungan berbasis sumber serta pemberdayaan UMKM masyarakat.
Sejumlah produk lokal seperti kain jumputan, kerajinan ukiran kayu dan berbagai olahan kuliner juga diarahkan menjadi bagian dari potensi desa yang dapat dikenalkan kepada wisatawan.
Pengembangan SDM juga menjadi perhatian. Artana menyebut, pemerintah desa turut mendorong pemenuhan fasilitas pendidikan usia dini melalui TK sebagai bagian dari upaya membentuk kualitas sumber daya manusia sejak awal.
Pemerintah Desa Bengkel pun optimistis kolaborasi antara pemerintah desa, desa adat, akademisi dan masyarakat dapat membuka peluang kunjungan wisatawan secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat setempat.(dna/updatebali)


