Lima Warga Sudaji Digigit Anjing dalam Dua Hari, Sampel Diperiksa

0
36
Petugas saat melakukan pengambilan sampel anjing yang menggigit lima warga di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Petugas saat melakukan pengambilan sampel anjing yang menggigit lima warga di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng. Sumber foto : Dna/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Lima warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, menjadi korban gigitan anjing dalam rentang waktu dua hari. Insiden tersebut terjadi pada Senin 5 Oktober 2026 malam dan kembali berlanjut pada Selasa 6 Oktober 2026.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Anjing milik salah seorang warga keluar dari pekarangan rumah setelah pintu gerbang terbuka. Anjing tersebut kemudian menyerang dan menggigit tiga orang warga.

Warga sempat berupaya mengejar dan menangkap anjing tersebut. Namun, anjing berhasil melarikan diri sehingga belum dapat dievakuasi pada malam itu.

Keesokan harinya, anjing yang sama kembali ditemukan dan menyerang warga lagi. Sehingga dua orang lainnya menjadi korban gigitan saat upaya penanganan dilakukan.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Gencarkan Kampanye #Cari_Aman Melalui Program Safety Riding Fomo

Kepala Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, sebagian korban merupakan anak-anak dan lansia.

“Malam sebelumnya sudah sempat menggigit tiga orang dan sempat dikejar untuk ditangkap. Lalu besok siangnya ada warga melapor untuk mengevakuasi korban gigitan anjing, kita langsung ke lokasi. Terjadilah anjing tersebut menggigit lagi dua orang warga tetangganya. Korban rata-rata ada anak-anak dan lansia,” Jelas Ngurah, Rabu 7 Oktober 2026.

Baca Juga:  Tingkatkan Soliditas Antar Anggota, AMSI Bali Gelar Rapat Kerja Pengurus Pertama

Setelah kejadian tersebut, pihak desa langsung mengevakuasi seluruh korban ke Rumah Sakit Giri Emas untuk mendapatkan penanganan medis. Para korban menjalani penanganan luka sesuai prosedur, mulai dari pencucian luka hingga pemberian vaksin.

“Setelah kami evakuasi ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Giri Emas, langkah-langkah medis semua sesuai SOP. Mencuci luka kurang lebih 15 menit dengan sabun, dirawat lukanya, dan terakhir disuntik vaksin,” terangnya.

Sementara itu, kondisi anjing yang menggigit lima warga tersebut belum dapat dipastikan apakah terjangkit rabies atau tidak. Anjing tersebut telah dieksekusi dan sampel otaknya diambil oleh petugas Puskeswan Sawan untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Tinjau Kesiapan Rencana Penataan Kawasan Pantai Sanur Sambil Bersepeda

“Sudah kita eksekusi, terus kita serahkan ke Puskeswan untuk ditindaklanjuti diambil sampel otaknya dikirim ke lab. Kita tinggal nunggu hasilnya sekarang,” ujar dia.

Pihak desa juga masih melakukan pemantauan terhadap anjing-anjing lain di sekitar lokasi. Hal itu dilakukan lantaran anjing yang menggigit lima warga tersebut diketahui sempat berkelahi dengan anjing lain di lingkungan sekitar.

“Kita juga masih mengincar anjing-anjing tetangga yang sempat berkelahi dengan anjing tersebut untuk ditindaklanjuti lebih lanjut,” pungkasnya.(dna/updatebali)