spot_img
spot_img
BerandaBaliDinas PMD Buleleng Usulkan Tiga Desa Sebagai Percontohan Desa Anti Korupsi

Dinas PMD Buleleng Usulkan Tiga Desa Sebagai Percontohan Desa Anti Korupsi

UPDATEBALI.com, BULELENG – Menindaklanjuti arahan Pemerintah Provinsi Bali terkait dengan pencanangan Percontohan Desa Anti Korupsi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng telah mengusulkan tiga nama desa sebagai percontohan desa anti korupsi kepada Inspektur Daerah Kabupaten Buleleng. Demikian disampaikan Plt. Kadis PMD Buleleng, I Made Dwi Adnyana, S.STP.,M.A.P ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 26 Oktober 2023.

Plt. Kadis Dwi Adnyana menerangkan bahwasannya proses pencanangan desa anti korupsi memasuki tahap ketiga, yakni pengusulan nama desa. Ketiga desa itu adalah, Desa Umeanyar, Desa Kubutambahan dan Desa Baktiseraga.

Baca Juga:  BI Bali: Tingginya kebutuhan TI Dorong Pertumbuhan Penjualan Ritel

“Kami mengusulkan ketiga desa itu berdasarkan penilaian-penilaian dan pertimbangan melalui pengamatan secara lansung, dari sisi administratif dan lainnya sehingga memenuhi ketentuan sebagai desa anti korupsi,” terangnya.

Berdasarkan petunjuk teknis yang diterima, Plt. Kadis Dwi Adnyana menjelaskan terdapat 5 komponen dengan 18 indikator yang menjadi acuan dalam percontohan desa anti korupsi. Pertama komponen penguatan tentang tata laksana pemerintah desa, kemudian penguatan pengawasan, penguatan kualitas pelayanan publik, penguatan partisipasi masyarakat dan terakhir adalah penguatan kearifan lokal.

Baca Juga:  Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Polandia, Wagub Cok Ace Apresiasi Pembangunan Mini Indonesia Park

Ditambahkan, nantinya setelah mengusulkan ketiga desa itu, masih terdapat 7 tahapan lagi sampai dengan pencanangan desa anti korupsi.

“Prosesnya masih sangat panjang, setelah kami mengusulkan nanti ada lagi tahap penetapan dan observasi oleh Tim Replikasi Pemerintah Provinsi Bali untuk dipilih desa mana yang akan dikunjungi. Lanjut tahapan bimbingan teknis, penilaian dan puncaknya adalah pencanangan Desa Anti Korupsi tahun 2024,” ujar Plt. Kadis Dwi Adnyana.

Kendati pun masa pencanangan desa anti korupsi terbilang masih panjang, pihaknya berharap ketiga desa yang diusulkan mendapat kunjungan dari Tim Replikasi Pemprov Bali dalam tahapan penetapan dan observasi.

Baca Juga:  Dispar Buleleng Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2025 melalui Pengembangan Destinasi Baru

Tentunya Plt. Kadis Dwi Adnyana optimisi salah satu dari ketiga desa yang diusulkan lolos dan dicanangkan menjadi Desa Anti Korupsi Kabupaten Buleleng.

“Pencanangan Desa Anti Korupsi ini sangat penting dalam sinergi antara program Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan program antikorupsi, sehingga pengelolaan keuangan lebih akuntabel dan transparan serta mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (adv/ub).

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments