UPDATEBALI.com, TABANAN – Program rutin Bungan Desa kembali hadir di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, pada Selasa 25 November 2025.
Kegiatan yang dikenal sebagai inisiatif “Bupati Ngantor di Desa” ini kembali menjadi wadah bagi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, untuk turun langsung memantau kondisi warga, memastikan pelayanan publik berjalan optimal, serta memperkuat upaya pemberdayaan desa menuju Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Bupati Sanjaya datang bersama jajaran Forkopimda, unsur DPRD, Sekda, kepala perangkat daerah, dan sejumlah undangan terkait. Sejak tiba di Antap, ia langsung berinteraksi dengan pelaku UMKM dan kelompok usaha produktif setempat.
Kunjungan dimulai dengan menyapa perajin alat musik tradisional di Banjar Dinas Antap Dajan Telabah. Bupati Sanjaya meninjau proses pembuatan rindik karya I Gusti Putu Widiana, bahkan turut mencoba memainkan alat musik tersebut. Sebagai bentuk dukungan, ia memesan 10 rindik dan 4 gender untuk membantu keberlanjutan produksi seni lokal.
Perjalanan berlanjut ke Kelompok Bakti Rahayu di Banjar Dinas Antap Kelod. Di sana, Bupati menyaksikan proses pembuatan bubu tangkap lobster yang hingga kini dipasarkan sampai Yeh Gangga. Ia juga sempat meninjau peternakan kambing milik BUMDes dan membeli ikan serta lobster dari nelayan yang baru berlabuh.
Usai kunjungan UMKM, kegiatan dilanjutkan di Balai Banjar Desa Adat Antap Delod Sema. Sanjaya menyapa anak-anak, menyerahkan buku untuk Perpustakaan Keliling, serta memberikan paket bantuan kepada dua anak terduga stunting. Ia juga membagikan bingkisan untuk anak-anak bernama Ketut dan menggelar kuis berhadiah yang memeriahkan suasana.
Pada kesempatan itu, puluhan layanan publik dibuka untuk masyarakat, mulai dari kesehatan (termasuk 108 kacamata gratis), pelayanan perizinan, pembuatan dokumen kependudukan, hingga layanan Samsat dan BPJS Keliling. Bank BPD Bali juga membuka layanan inklusi keuangan.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya menghubungkan potensi desa dengan program pembangunan kabupaten. Ia berharap sinergi dengan Perusda Sanjayaning Singasana dan Dekranasda mampu memperluas pasar produk lokal, memperkuat UMKM, serta menciptakan nilai tambah bagi hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan kerajinan khas Antap.
“Kami hadir bukan sekadar memberi bantuan, namun solusi pemberdayaan. Dengan pemetaan potensi desa yang lebih presisi, kita dorong Tabanan menjadi lumbung pangan Bali. Bumdes kita hidupkan, dan Perusda akan menjadi jembatan pemasaran produk masyarakat,” ujarnya.
Perbekel Antap, I Ketut Wastika, mengapresiasi kehadiran Bupati dan menyampaikan potensi desa yang meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga kerajinan. Ia berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Di akhir rangkaian, Bupati Sanjaya menuju Kantor Perbekel untuk mengikuti sesi Semara Ratih bagi calon pengantin, menerima audiensi desa adat, serta membahas sinkronisasi program pembangunan. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon tabebuya sebagai simbol pelestarian lingkungan.(den/ub)





