Dapur Abhipraya Hadir di Denpasar, Delapan Anak Berisiko Stunting Dapat Pendampingan Gizi

0
166
Pemerintah Kota Denpasar memperkuat langkah pencegahan stunting melalui peluncuran Dapur Abhipraya di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Denpasar, Selasa 18 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Denpasar memperkuat langkah pencegahan stunting melalui peluncuran Dapur Abhipraya di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Denpasar, Selasa 18 Agustus 2026. Sumber foto: Humas Denpasar/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar memperkuat langkah pencegahan stunting melalui peluncuran Dapur Abhipraya di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Denpasar, Selasa 18 Agustus 2026.

Program yang digagas melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar tersebut menjadi bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, bersama Sekretaris I TP Posyandu, Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Abhipraya diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Sagung Antari, perhatian terhadap asupan gizi menjadi penting, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui program tersebut, pemenuhan kebutuhan nutrisi diharapkan dapat membantu mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca Juga:  Respons Cepat Pemerintah, Wabup Dirga Pastikan Penanganan Infrastruktur Abiantuwung Tepat Sasaran

“Tentu dengan hadirnya Dapur Kula Abhi Praya Kota Denpasar, harapannya dapat menjadi upaya untuk pencegahan terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak di Kota Denpasar,” ungkap Sagung Antari.

Selain berfokus pada pemenuhan gizi, Dapur Abhipraya juga diarahkan menjadi ruang untuk mendorong keterlibatan masyarakat. Wadah ini diharapkan mampu meningkatkan perhatian keluarga terhadap kebutuhan nutrisi, terutama bagi keluarga yang memiliki balita maupun anak yang masuk dalam kelompok berisiko stunting.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, mengatakan peluncuran Dapur Abhipraya turut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan melalui Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting (GENTING).

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah Serangkaian HUT ke-236 Kota Denpasar

Bantuan tersebut diberikan kepada delapan anak berisiko stunting yang berasal dari empat kecamatan di Kota Denpasar. Program GENTING menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Dukungan juga datang dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Denpasar melalui program orang tua asuh. Dalam skema tersebut, satu orang tua asuh mendampingi satu balita yang berisiko mengalami stunting.

Laxmy Saraswati menambahkan, bantuan diberikan dalam bentuk uang yang dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita selama enam bulan. Dengan pola tersebut, pendampingan terhadap masing-masing anak dapat dilakukan secara berkesinambungan selama periode yang telah ditentukan.

Program ini sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha dalam mempercepat upaya penanganan stunting di Kota Denpasar.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar Bhakti Penyineban, Tutup Pujawali di Pura Agung Lokanatha

“Melalui pola orang tua asuh ini diharapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Denpasar turut menggandeng Poltekkes Kemenkes Denpasar sebagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat aspek kesehatan dan gizi melalui dukungan berbasis pengetahuan dan keilmuan.

Poltekkes Kemenkes Denpasar nantinya dapat berperan dalam memberikan edukasi kepada keluarga, pendampingan pengolahan makanan bergizi, penyampaian informasi mengenai kebutuhan nutrisi anak, hingga peningkatan kapasitas kader dan masyarakat.

“Lewat program ini, Pemkot Denpasar juga menyediakan edukasi untuk orang tua anak terindikasi stunting, dan program lainnya setiap bulannya,” tutup Laxmy Saraswati.(per/updatebali)