Hadiri Karya Atma Wedana di Padangsambian, Wali Kota Denpasar Apresiasi Gotong Royong Krama

0
226
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama masyarakat, saat menghadiri pelaksanaan puncak Upacara Karya Atma Wedana Desa Adat Padangsambian, yang diselenggarakan di kawasan Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Minggu (16/8).
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama masyarakat, saat menghadiri pelaksanaan puncak Upacara Karya Atma Wedana Desa Adat Padangsambian, yang diselenggarakan di kawasan Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Minggu (16/8). Sumber foto : Humas Denpasar/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak Upacara Karya Atma Wedana Desa Adat Padangsambian yang berlangsung di kawasan Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kehadiran Jaya Negara turut didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya serta sejumlah pihak terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan karya yang melibatkan masyarakat dan krama adat Desa Adat Padangsambian. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan.

Baca Juga:  Wali Kota Denpasar Tinjau SD Negeri 7 Peguyangan, Dorong Infrastruktur Pendidikan Berkualitas

“Kekompakan antara masyarakat, dan juga krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus melestarikan kebudayaan Bali.

“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.

Sementara itu, Manggala Karya Jero Made Mangku Puja menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya mencakup Karya Atma Wedana. Sejumlah upacara lainnya turut dilaksanakan secara bersamaan, yakni Tigang Sasih, Metatah, dan Ngaben.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Peran KADIN dalam Memajukan UMKM dan Industri Kota Denpasar

Partisipasi masyarakat dalam rangkaian karya tersebut cukup besar. Upacara Metatah diikuti 110 peserta, Atma Wedana sebanyak 111 peserta, Tigang Sasih melibatkan 164 peserta, sedangkan Ngaben diikuti 30 peserta.

Seluruh peserta merupakan masyarakat dari Desa Adat Padangsambian. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan karya ini adalah seluruh peserta tidak dikenakan biaya atau mengikuti upacara secara gratis.

Rangkaian upacara tersebut dipuput Ida Rsi Agung Nabe Yogi Sidhu Bang Pinatih, Ida Rsi Agung Darma Putra Adnyana, dan Ida Rsi Begawan Nabe Bajra Mahawiranata Daksa Karma Sisi.

Baca Juga:  Pemprov Bali Uji Coba Sistem Pungutan Wisatawan Asing Secara Riil

Jero Made Mangku Puja mengatakan kegiatan tersebut merupakan karya rutin Desa Adat Padangsambian yang dilaksanakan setiap lima tahun. Tahun ini, jumlah masyarakat yang mengikuti rangkaian upacara terbilang cukup banyak.

“Ini adalah karya rutin kami yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Astungkara tahun ini pesertanya sangat banyak,” ungkapnya.

Pelaksanaan Karya Atma Wedana tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat Desa Adat Padangsambian untuk memperkuat kebersamaan dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan, sekaligus menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.(per/updatebali)