Relokasi Pedagang Pasar Mentigi Dimulai, Bupati Satria Pastikan TPS Tak Berdebu dan Becek

0
160
Bupati Klungkung I Made Satria saat meninjau langsung proses relokasi pedagang sekaligus mengecek kesiapan TPS Pasar Mentigi, Selasa 18 Agustus 2026.
Bupati Klungkung I Made Satria saat meninjau langsung proses relokasi pedagang sekaligus mengecek kesiapan TPS Pasar Mentigi, Selasa 18 Agustus 2026. Sumber foto: Humas Klungkung/Updatebali

UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Proses pemindahan pedagang Pasar Mentigi, Kecamatan Nusa Penida, mulai berlangsung. Pemerintah Kabupaten Klungkung memastikan tempat penampungan sementara (TPS) yang digunakan selama pembangunan pasar tetap memberikan kenyamanan bagi para pedagang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat meninjau langsung proses relokasi pedagang sekaligus mengecek kesiapan TPS Pasar Mentigi, Selasa 18 Agustus 2026. Dalam peninjauan itu, Bupati Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya dan Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma Putra.

Bupati Satria menjelaskan, pemindahan pedagang menuju lokasi sementara telah dilakukan sejak 15 Agustus 2026. Relokasi menjadi bagian dari tahapan awal sebelum lahan pasar lama dikosongkan dan pekerjaan konstruksi fisik dimulai.

Baca Juga:  Polisi jangan "Over Acting" Saat Tindak Pelaku Kejahatan

Setelah lokasi lama dikosongkan, pemerintah daerah mendorong agar pembangunan dapat segera masuk ke tahap pelaksanaan. Bupati Satria pun meminta kontraktor pelaksana, PT Pandu Jaya Karya, segera berkoordinasi untuk menentukan hari baik atau dewasa ayu yang akan digunakan untuk pelaksanaan perataan lahan dan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Mentigi.

“Kami minta pihak kontraktor pelaksana agar segera mencari hari baik untuk peletakan batu pertama. Selain itu, mengenai kenyamanan di tempat penampungan sementara, saya instruksikan agar dilakukan perabatan ringan/rabat beton. Hal ini penting agar di musim kemarau area TPS tidak berdebu, dan di musim hujan tidak becek, mengingat proses relokasi ini akan berlangsung cukup lama sampai seluruh proyek pembangunan Pasar Mentigi selesai dikerjakan,” tegas Bupati Satria.

Baca Juga:  Bupati Bangli Buka Seminar dan Workshop Eco Enzyme Selamatkan Bumi

Perhatian terhadap kondisi TPS dinilai penting karena pedagang akan menempati lokasi tersebut selama pembangunan pasar baru berlangsung. Pemerintah daerah menginginkan proses transisi tidak mengganggu aktivitas perdagangan masyarakat.

Revitalisasi Pasar Mentigi sendiri menjadi bagian dari program strategis Pemkab Klungkung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP). Penataan tersebut diarahkan untuk memperbaiki fasilitas perdagangan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dan mendukung perkembangan pariwisata di Nusa Penida.

Proyek pembangunan Pasar Mentigi dirancang dalam dua tahap. Untuk tahap pertama yang dikerjakan pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp45,6 miliar. Selanjutnya, tahap kedua pada 2027 disiapkan dengan anggaran sekitar Rp52 miliar. Secara keseluruhan, nilai proyek pembangunan pasar tersebut mendekati Rp98 miliar.

Baca Juga:  Hadiri Rakor Forkopimda se-Bali, Bupati Satria Siap Tindaklanjuti Lima Instruksi Prioritas

Pelaksanaan pekerjaan fisik dipercayakan kepada PT. Pandu Jaya Karya, sedangkan pengawasan proyek dilakukan oleh CV. Jaya Desain. Pembangunan ditargetkan berlangsung selama 180 hari kalender.

Pemkab Klungkung juga mengajak pedagang dan masyarakat Nusa Penida untuk bersama-sama mendukung proses pembangunan, khususnya selama masa relokasi. Setelah seluruh tahapan rampung, Pasar Mentigi diharapkan menjadi pusat perdagangan yang lebih representatif, bersih, nyaman, serta mampu menunjang kebutuhan pedagang dan masyarakat.(yud/updatebali)