
UPDATEBALI.com, MANGUPURA — Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi langkah PT PLN Electricity Services (PLN ES) dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung operasional fasilitas pengelolaan sampah.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan investasi dan pariwisata di Badung.
Apresiasi itu disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri peresmian Operation and Maintenance (O&M) kelistrikan fasilitas pengelolaan sampah di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN ES kepada Pemkab Badung.
Sejumlah pejabat Pemkab Badung hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Made Rai Warastuthi, serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan I Putu Eka Parmana.
Dari pihak PLN, hadir Direktur Utama PLN ES Susiana Mutia bersama jajaran manajemen dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali Ajrun Karim.
Adi Arnawa mengatakan dukungan PLN ES datang pada saat yang tepat ketika Pemkab Badung tengah mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, keandalan listrik menjadi salah satu faktor penting agar mesin dan fasilitas pengolahan dapat beroperasi secara optimal.
“Kami menghaturkan terima kasih atas bantuan PLN ES. Kehadiran teman-teman sangat membantu, karena kemarin kami sempat terkendala kesiapan mesin dan pasokan listriknya. Dengan kehadiran PLN ES, astungkara semua ini dapat menjadi solusi nyata bagi kendala yang kami hadapi di lapangan,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, Pemkab Badung kini memprioritaskan pengelolaan sampah langsung dari sumber sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir. Sistem tersebut membutuhkan dukungan fasilitas dan pasokan listrik yang stabil agar proses pengolahan dapat berjalan berkesinambungan.
Melalui Dinas LHK Badung, sistem pengelolaan sampah mulai diarahkan pada proses pemilahan dan pengolahan sejak dari sumber. Sampah plastik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Sementara sampah organik diproses menjadi pupuk kompos.
“Melalui hilirisasi ini, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Tadi saya mengecek ke lapangan, kondisinya kini jauh berbeda, sudah sangat lapang dan bersih, tidak seperti beberapa waktu lalu saat sampah masih menumpuk karena belum dikelola dengan baik. Perkembangan ini membuat saya senang,” imbuh Bupati.
Adi Arnawa mengakui kebijakan penutupan TPA Suwung sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, kondisi tersebut justru mendorong Badung mempercepat transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber dan menjadikan wilayahnya sebagai pilot project nasional.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga. Pemkab Badung mengklaim tingkat kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah kini telah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen.
Ke depan, Adi Arnawa berharap sinergi dengan PLN ES terus diperkuat, terutama untuk memastikan fasilitas pengolahan sampah dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN ES Susiana Mutia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemkab Badung. Ia menjelaskan, PLN ES memiliki mandat dalam penyediaan layanan ketenagalistrikan, mulai dari pembangunan infrastruktur jaringan baru, pemeliharaan, hingga solusi kelistrikan terintegrasi.
“Kami mengucapkan terima kasih diberi kepercayaan. Kami menyiapkan instalasi kelistrikan di TPST yang kapasitasnya 1 MW, nanti akan ditambah daya menjadi 3 MW,” jelasnya.
Sementara itu, GM PLN UID Bali Ajrun Karim memastikan kondisi kelistrikan di Kabupaten Badung berada dalam keadaan aman dan surplus. Kondisi tersebut dinilai mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan sektor industri dan pariwisata.
Pelayanan kelistrikan di Badung berada di bawah koordinasi UP3 Bali Selatan dengan jumlah pelanggan mencapai 396.517. Dari jumlah tersebut, sekitar 18,9 persen merupakan pelanggan tegangan menengah (TM) yang menyerap sekitar 61 persen pasokan listrik.
“Ini bukti industri dan pariwisata di Badung tumbuh pesat. Kami menjamin pasokan listrik sangat siap menerima investor baru,” tutupnya.
Kolaborasi Pemkab Badung dan PLN ES tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar daerah, tidak hanya untuk mendukung transformasi pengelolaan sampah, tetapi juga menjaga kesiapan Badung menghadapi pertumbuhan ekonomi dan investasi di masa mendatang.(den/updatebali)


