Konsumsi Listrik Bali Melonjak 8,02 Persen, PLN Kejar Tambahan Pasokan Energi

0
145
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat konsumsi listrik sepanjang Semester I 2026 tumbuh 8,02 persen, menjadikan Bali sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi di Indonesia.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat konsumsi listrik sepanjang Semester I 2026 tumbuh 8,02 persen, menjadikan Bali sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi di Indonesia. Sumber foto: PLN Bali/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR — Kebutuhan listrik di Bali terus mengalami peningkatan seiring bergeraknya aktivitas ekonomi dan pariwisata. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat konsumsi listrik sepanjang Semester I 2026 tumbuh 8,02 persen, menjadikan Bali sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi di Indonesia.

Pertumbuhan tersebut menjadi perhatian PLN karena peningkatan kebutuhan listrik berjalan beriringan dengan semakin tingginya aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, PLN memperkuat keandalan sistem sekaligus menyiapkan tambahan kapasitas pasokan.

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan pertumbuhan konsumsi listrik dapat menjadi salah satu gambaran meningkatnya aktivitas ekonomi di Bali. Kondisi tersebut juga terlihat dari pola beban listrik yang relatif tinggi dan tersebar sepanjang hari.

“Pertumbuhan listriknya melampaui pertumbuhan ekonomi. Bisa disimpulkan bahwa listrik sudah masuk ke semua simpul-simpul kehidupan. Listrik menjadi salah satu instrumen dasar kehidupan. Ketika kebutuhan listrik terus bergerak, itu menunjukkan roda ekonomi juga terus berputar,” ujar Ajrun dalam Temu Media PLN UID Bali di Denpasar, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Lantik 1.477 ASN Baru, Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi Layanan

Menurut Ajrun, beban puncak sistem kelistrikan Bali saat ini telah mendekati 1.300 megawatt (MW). Kondisi tersebut mendorong PLN mempercepat penambahan kapasitas pembangkit untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik dapat diimbangi dengan ketersediaan pasokan.

“Ini menunjukkan bahwa listrik semakin menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi. Karena itu, keandalan pasokan menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan kegiatan masyarakat dan dunia usaha dapat terus berjalan,” katanya.

Selain memperkuat kapasitas pasokan, PLN juga mengarahkan strategi jangka panjang pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Bali dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih, salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca Juga:  HUT ke-40, LPD Tangeb Perkuat Peran untuk Krama dan UMKM Desa Adat

Pengembangan PLTS dinilai memiliki sejumlah keunggulan karena dapat dibangun dalam waktu relatif cepat dan diterapkan pada berbagai lokasi. Skemanya mencakup PLTS ground mounted, PLTS terapung di waduk atau bendungan, hingga pemanfaatan PLTS atap.

Pengembangan energi surya tersebut menjadi bagian dari arah RUPTL 2025–2034 serta mendukung Program PLTS 100 gigawatt (GW) Presiden RI.

“PLTS menjadi salah satu tumpuan utama karena pembangunan yang paling mudah dan cepat adalah PLTS, sesuai RUPTL 2025-2034 dan program nasional PLTS 100 GW. Harapannya dengan pengembangan pembangkit energi terbarukan, Bali nantinya dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya,” ujarnya.

Menurut PLN, penguatan ketahanan energi menjadi semakin strategis karena Bali memiliki peran penting sebagai salah satu pusat pariwisata dan kegiatan ekonomi nasional. Kebutuhan listrik tidak hanya berasal dari sektor rumah tangga, tetapi juga hotel, restoran, pusat perdagangan, fasilitas publik, industri kreatif, hingga berbagai kegiatan usaha lainnya.

Baca Juga:  Dorong Sektor Pertanian Menjadi Basis Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Badung Serahkan 4900 Bibit Buah kepada Subak Abian

Dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat, ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.

“Kami berharap listrik tidak digunakan hanya sebagai media penerangan, lebih jauh, listrik digunakan sebagai penggerak ekonomi mikro maupun makro, penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,,” pungkas Ajrun.

PLN UID Bali pun terus mendorong penguatan sistem kelistrikan sekaligus memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kebutuhan listrik, keandalan pasokan, dan agenda transisi energi di Pulau Dewata.(yud/updatebali)