Astra Angkat Tenun Ikat Sumba ke Panggung Dunia, Kisah Penenun Tampil di Gardens by the Bay Singapura

0
419
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar (ketujuh kiri), Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Veronica Tan (keenam kiri), Impact Advisor MASA Tiara Josodirjo (keempat kiri), Minister of National Development, Trade, and Industry of the Republic of Singapore Alvin Tan (keenam kanan), Chief Executive Officer Gardens by the Bay Felix Loh (kelima kanan), serta Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto (kedua kiri) berfoto bersama pada pembukaan Indonesia–Singapore Orchid Extravaganza di Flower Dome, Gardens by the Bay, Singapura, Sabtu (4/7).
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar (ketujuh kiri), Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Veronica Tan (keenam kiri), Impact Advisor MASA Tiara Josodirjo (keempat kiri), Minister of National Development, Trade, and Industry of the Republic of Singapore Alvin Tan (keenam kanan), Chief Executive Officer Gardens by the Bay Felix Loh (kelima kanan), serta Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto (kedua kiri) berfoto bersama pada pembukaan Indonesia–Singapore Orchid Extravaganza di Flower Dome, Gardens by the Bay, Singapura, Sabtu (4/7). Sumber foto : Astra Internasional

UPDATEBALI.com, SINGAPURA – PT Astra International Tbk membawa kisah pemberdayaan masyarakat dari Desa Sejahtera Astra Sumba Timur ke panggung internasional melalui ajang Indonesia–Singapore Orchid Extravaganza yang berlangsung di Flower Dome, Gardens by the Bay, Singapura, pada 4 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian MASA Singapore 2026: A Sight Into Indonesia’s Golden Era, dengan menghadirkan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagai salah satu masterpiece showcase yang memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi lokal Indonesia kepada masyarakat internasional.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan kehadiran Astra dalam pameran tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan karya dan kisah inspiratif Indonesia di tingkat global.

Baca Juga:  200 Orang Tewas Diserang di Nigeria

“Indonesia–Singapore Orchid Extravaganza menjadi kelanjutan dari upaya bersama untuk memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Astra berharap kisah pemberdayaan masyarakat serta potensi lokal Indonesia dapat semakin dikenal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Desa Sejahtera Astra Sumba Timur merupakan program pemberdayaan yang mencakup lima desa sentra tenun di Kabupaten Sumba Timur, yakni Kampung Raja Prailiu, Mbatakapidu, Lambanapu, Mauliru, dan Kawangu.

Program tersebut berfokus pada pelestarian Tenun Ikat khas Sumba yang memiliki nilai budaya tinggi, di mana setiap motif menggambarkan identitas masyarakat, kearifan lokal, hingga hubungan erat dengan alam dan tradisi leluhur.

Baca Juga:  Bupati Tamba Bersama Menparekraf Rancang Festival Jembrana Bahagia

Melalui pengembangan ekosistem tenun, Astra bersama masyarakat setempat kini melibatkan 250 perajin, dengan sekitar 97 persen di antaranya merupakan perempuan. Selain menjaga kelestarian warisan budaya, program tersebut juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam pameran tersebut, Astra menghadirkan instalasi Rumah Sumba yang menampilkan kisah para penenun Desa Sejahtera Astra Sumba Timur.

Instalasi tersebut memamerkan koleksi Tenun Ikat khas Sumba serta dokumentasi aktivitas para perempuan penenun yang menggambarkan sinergi antara pelestarian tradisi, pemberdayaan ekonomi, dan peran perempuan dalam membangun komunitas.

Baca Juga:  Wamen PPPA Kunjungi Desa Bugisan Klaten, Potensi Budaya hingga UMKM Jadi Sorotan

Tak hanya itu, Astra juga mendukung hadirnya mahakarya bunga Rafflesia arnoldii hasil kolaborasi Mortier dan Jerhemy Owen. Instalasi tersebut dibuat dari 29.100 tutup botol limbah plastik yang didaur ulang menjadi karya seni, sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberlanjutan dan pengelolaan limbah melalui pendekatan kreatif.

Melalui partisipasi dalam Indonesia–Singapore Orchid Extravaganza, Astra menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya Indonesia.

Upaya tersebut sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk Sejahtera Bersama Bangsa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.(den/ub)