Buleleng Festival 2025 Angkat Budaya, UMKM dan Digitalisasi Berkelanjutan

0
224
Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali digelar dengan konsep baru yang menonjolkan sinergi budaya, pemberdayaan UMKM
Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali digelar dengan konsep baru yang menonjolkan sinergi budaya, pemberdayaan UMKM. Sumber foto: Humas Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali digelar dengan konsep baru yang menonjolkan sinergi budaya, pemberdayaan UMKM, inovasi digital, dan prinsip pembangunan hijau.

Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga platform untuk menggerakkan potensi lokal serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Paparan terkait Bulfest 2025 disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dalam Dialog Interaktif Bali Kenken bersama RRI Singaraja dengan tema “Buleleng Festival Pacu Digitalisasi, Ekonomi Kreatif, dan Pelestarian Budaya” yang berlangsung di RTH Rumah Jabatan Bupati, Rabu (20/8/2025).

Baca Juga:  Astranauts 2023: Kompetisi Inovasi Digital dan Teknologi untuk Startup dan Mahasiswa di Indonesia

Bupati Sutjidra menekankan bahwa Bulfest merupakan kebanggaan masyarakat Buleleng, sekaligus sarana menggali potensi seni, budaya, dan mendorong geliat UMKM.

“Festival ini mampu menampilkan kreativitas lokal dan menggerakkan ekonomi kreatif di Buleleng,” ujarnya.

Dalam hal keberlanjutan, Bulfest 2025 menerapkan konsep ramah lingkungan. Panggung utama Topeng Rama dan Laksmana dibuat dari daur ulang 1,7 ton sampah plastik, didukung 130 relawan Green Force yang menjaga kebersihan area festival. Sampah organik diolah di TPS 3R Jagaraga, sementara plastik dikirim ke BSI Banyuning.

Baca Juga:  Wapres Gibran Dukung Transformasi Digital Pakai Qris Bank Indonesia Dalam PKB 2025

Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan, SSTP., MM menambahkan, festival ini juga menghadirkan Buleleng Digital Expo, yang menjadi ruang bagi sekolah berbasis teknologi, pelajar SMA/SMK, dan komunitas lokal untuk memamerkan inovasi digital. Hal ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga kreatif di bidang teknologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Dagperinkop UMKM Dewa Made Sudiarta, M.Si menyoroti dampak ekonomi Bulfest. Selama dua hari, transaksi penjualan hampir mencapai Rp850 juta, dengan stand kuliner, kerajinan, dan kriya unggulan lokal. Pemerintah daerah juga mendorong UMKM menuju era digital melalui pembinaan, pemasaran online, dan layanan kemasan.

Baca Juga:  Benarkah Minum Teh Setiap Hari Turunkan Risiko Diabetes?

Dengan mengusung budaya, UMKM, inovasi digital, dan ramah lingkungan, Buleleng Festival 2025 menjadi simbol sinergi untuk membangun Buleleng yang kreatif, berdaya, dan berkelanjutan.(adv/ub)