UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Momentum langka terjadi pada tahun 2026 ketika perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengajak masyarakat memperkuat nilai toleransi serta menjadikan perbedaan keyakinan sebagai perekat persatuan.
Hal tersebut disampaikan saat Bupati Kembang memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 H yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali di MAN 1 Negara, Kamis malam, 26 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam di Kabupaten Jembrana.
“Momentum Nyepi dan Idul Fitri yang beririsan ini adalah cerminan indahnya keberagaman kita. Ini bukan soal siapa yang merayakan lebih dulu, tapi bagaimana kita saling menghormati dan menjaga kenyamanan bersama,” ujar Bupati Kembang Hartawan.
Ia menilai Kabupaten Jembrana selama ini dikenal sebagai contoh nyata kerukunan antarumat beragama di Bali. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat toleransi tidak hanya sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghormati serta menjaga ketertiban umum selama rangkaian hari raya berlangsung.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, menyampaikan bahwa kerukunan menjadi fondasi utama pembangunan daerah yang kondusif.
“Kita patut bersyukur, masyarakat Jembrana sudah terbiasa hidup rukun dalam keberagaman. Ini modal sosial yang harus terus kita rawat demi suasana daerah yang kondusif,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Jembrana juga memastikan terus berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aparat kepolisian, serta TNI guna mengawal pelaksanaan kedua hari besar keagamaan tersebut agar berjalan aman dan khidmat.
Kapolres Jembrana, Kadek Citra Dewi Suparwati, bersama perwakilan Kodim 1617/Jembrana turut hadir memberikan dukungan terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa perayaan.
Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, yang semakin mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat di Jembrana.(yud/ub)





