spot_img
spot_img
BerandaBaliBuleleng Raih Tiga Juara di Jantra Tradisi Bali VI, Pembinaan Atlet Muda...

Buleleng Raih Tiga Juara di Jantra Tradisi Bali VI, Pembinaan Atlet Muda Terus Tunjukkan Hasil

UPDATEBALI.com, BULELENG – Upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga kelestarian olahraga tradisional sekaligus membangun regenerasi atlet muda kembali menunjukkan hasil positif.

Pada ajang Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, kontingen Buleleng berhasil membawa pulang tiga gelar juara.

Selama pelaksanaan lomba yang berlangsung di Lapangan Timur UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali pada 2–3 Juli 2026, Buleleng berhasil meraih Juara III Pacentokan Hadang Putri, Juara III Pacentokan Terompah Putri, serta Juara III Pacentokan Hadang Putra. Prestasi tersebut menjadi cerminan dari pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap atlet olahraga tradisional di daerah.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ariston Adhi Pamungkas, menjelaskan bahwa keikutsertaan Buleleng dalam Jantra Tradisi Bali bukan semata mengejar kemenangan, melainkan juga sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya Bali.

“Jantra Tradisi Bali bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk melestarikan budaya. Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus melatih kemampuan berpikir dan strategi,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Masuk DPO Dua Bulan, Pria Asal Sidatapa Berhasil Dibekuk

Ia menerangkan, pembinaan atlet dilakukan melalui sinergi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng.

Tahapan pembinaan diawali dengan seleksi tingkat kabupaten yang melibatkan siswa SMP pada empat cabang Jantra Tradisi Bali. Peserta terbaik kemudian menjalani pelatihan intensif sebelum ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Buleleng pada tingkat Provinsi Bali.

Pada pelaksanaan tahun ini, kontingen Buleleng diperkuat siswa dari SMP Negeri 1 Sawan, SMP Negeri 6 Singaraja, dan SMP Satu Atap Negeri 1 Banjar dengan jumlah total 31 peserta.

Ariston menambahkan, seluruh atlet yang diturunkan merupakan siswa kelas VII dan VIII sesuai regulasi perlombaan. Skema tersebut disiapkan sebagai bagian dari proses regenerasi sehingga pembinaan atlet olahraga tradisional dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga:  STOP Kekerasan pada Perempuan dan Anak! Layanan SAPA 129 Launching di Provinsi Bali

“Ke depan mekanisme pembinaan akan terus kami evaluasi dan sempurnakan agar prestasi Buleleng semakin meningkat. Ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Bupati Buleleng dalam pelestarian budaya daerah,” kata Ariston.

Ia pun mengajak kalangan pelajar untuk kembali mengenal dan memainkan permainan tradisional yang dinilai memiliki banyak manfaat dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Permainan tradisional melibatkan kemampuan motorik, strategi, sportivitas, dan tanggung jawab. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, permainan seperti ini menjadi alternatif yang baik agar anak-anak tidak hanya bergantung pada gawai. Mari kita hidupkan kembali permainan tradisional mulai dari sekolah hingga desa,” ajaknya.

Sementara itu, Pembina Kontingen Jantra Tradisi Bali Kabupaten Buleleng, Putu Budiarta Mandala, mengungkapkan bahwa persiapan menuju perlombaan telah dimulai lebih dari satu bulan sebelumnya. Untuk tim dari SMP Negeri 1 Sawan, program latihan difokuskan pada pemantapan strategi serta peningkatan kebugaran fisik melalui latihan di kawasan pantai selama dua pekan.

Baca Juga:  Tinjau Penataan Pembangunan Fasilitas Umum Goa Lawah, Bupati Suwirta Minta Rekanan Tingkatkan Kualitas Kinerja

“Setiap tahun kami melakukan evaluasi terhadap teknik maupun strategi permainan. Penguatan fisik juga menjadi perhatian utama agar anak-anak mampu tampil maksimal saat bertanding,” katanya.

Menurutnya, regenerasi atlet menjadi perhatian utama karena peserta yang diturunkan berasal dari siswa kelas VII dan VIII. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, sekolah diharapkan terus mampu melahirkan atlet-atlet muda yang siap membela Buleleng pada ajang Jantra Tradisi Bali di masa mendatang.

Ia berharap capaian yang diraih tahun ini dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk semakin mencintai olahraga tradisional sekaligus menjaga kelestarian budaya Bali.

“Permainan tradisional sangat baik dikenalkan kembali kepada anak-anak. Selain menyehatkan, permainan ini membangun kebersamaan, melatih ketangkasan, serta menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Harapan kami, melalui ajang seperti ini permainan tradisional semakin berkembang di sekolah maupun desa sehingga warisan budaya Bali tetap lestari,” pungkasnya.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments