spot_img
spot_img
BerandaBaliTak Sekadar Peringatan, May Day di Buleleng Diisi Aksi Nyata Bersih Lingkungan

Tak Sekadar Peringatan, May Day di Buleleng Diisi Aksi Nyata Bersih Lingkungan

UPDATEBALI.comBULELENG – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Buleleng diwarnai kegiatan berbeda. Puluhan peserta dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan eks Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat 1 Mei 2026.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan sedikitnya 13 LPK, di antaranya Monarch, Zenith, Jiema, Mediteranean, HI, Karya Wisata, Kita Haruka Bali, Mapindo, Word Training Center, Mentari Spa College, Devani, Lintas Negeri Singaraja, dan Alfa Prima. Mereka bersama-sama membersihkan area yang menjadi salah satu titik penting di Kota Singaraja tersebut.

Baca Juga:  Kunjungi Jembrana, Menparekraf Sandiaga Uno Siap Bangkitkan Pariwisata Bali Barat dan Utara

Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan May Day dengan pendekatan yang lebih menitikberatkan pada aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, dibandingkan dengan kegiatan seremonial semata.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral Buleleng, Putu Arimbawa, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh seharusnya diisi dengan kegiatan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Pagi hari ini kita berkumpul dalam semangat Hari Buruh Internasional atau May Day dan kita tidak hanya memberi hati, tetapi kita akan melaksanakan aksi nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Rayakan May Day dengan Sentuhan Seni dan Kolaborasi 85 Perusahaan

Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini mengusung tema Now or Never atau Sekarang atau Tidak Sama Sekali, sebagai dorongan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak lagi ditunda.

“Lingkungan yang bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang. Tetapi lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang berkaitan erat dengan perilaku masyarakat sehari-hari. Karena itu, perubahan pola pikir dan kebiasaan dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Baca Juga:  Tiga Orang Meninggal Usai Menenggak Miras Oplosan

“Kalau tidak kita yang berubah, lalu siapa lagi? Dan kalau tidak sekarang kita berubah, kapan lagi?” ujar dia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap keterlibatan peserta LPK mampu mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan hal kecil yang kita lakukan hari ini akan dapat memberikan dampak yang besar bagi masa depan lingkungan kita,” tutup Arimbawa. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments