spot_img
spot_img
BerandaBaliBKKBN Bali Gandeng Undiksha, Percepat Penurunan Stunting

BKKBN Bali Gandeng Undiksha, Percepat Penurunan Stunting

UPDATEBALI.comBULELENGBKKBN Provinsi Bali memperkuat kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha dalam upaya mendorong program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Bali.Su

Audiensi yang berlangsung di Singaraja ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, bersama jajaran. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, seperti GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya), SAKINA (Super Apps Keluarga Indonesia), hingga program MBG dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Baca Juga:  Bangun Keluarga Berkualitas, Pemkot Denpasar Dukung Penuh Kirab Bangga Kencana

Salah satu agenda yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah rencana kerja sama pembuatan konten edukasi, khususnya untuk mendukung program SIDAYA yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif. Program ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendampingan bagi kelompok lanjut usia.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi berbasis akademik untuk mempercepat penanganan stunting melalui pendekatan edukasi dan pendampingan masyarakat. Keterlibatan perguruan tinggi dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan kualitas implementasi di lapangan.

Baca Juga:  Heritage Titik Nol Singaraja Kian Hidup, Bupati Sutjidra Dorong Jadi Ikon Sejarah dan Wisata Bali Utara

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Gede Rasben Dantes, menyatakan kesiapan pihak kampus untuk mendukung program tersebut melalui berbagai kegiatan akademik.

“Pendekatan berbasis akademik yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat akan memperkuat efektivitas intervensi, terutama dalam perubahan perilaku dan peningkatan literasi kesehatan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program seperti KKN tematik, desa binaan, hingga keterlibatan fakultas kesehatan memiliki potensi besar untuk disinergikan dengan program BKKBN, termasuk dalam pendampingan keluarga berisiko stunting dan layanan KB pascapersalinan.

Baca Juga:  Kisah Arya, Pengendali Sistem PLN yang Tetap Bertugas Demi Kelancaran Galungan di Bali

Melalui sinergi ini, diharapkan terbangun kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas keluarga, termasuk penguatan peran lansia dalam kehidupan sosial.(*/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments