BKKBN Bali Gandeng Undiksha, Percepat Penurunan Stunting

0
134
BKKBN Provinsi Bali memperkuat kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha dalam upaya mendorong program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Bali.
BKKBN Provinsi Bali memperkuat kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha dalam upaya mendorong program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Bali. Sumber foto; BKKBN Bali

UPDATEBALI.comBULELENGBKKBN Provinsi Bali memperkuat kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha dalam upaya mendorong program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Bali.Su

Audiensi yang berlangsung di Singaraja ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, bersama jajaran. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, seperti GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya), SAKINA (Super Apps Keluarga Indonesia), hingga program MBG dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Baca Juga:  Akademisi hingga Yowana Setuju Gubernur Koster Keluarkan Peringatan Hari Arak Bali

Salah satu agenda yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah rencana kerja sama pembuatan konten edukasi, khususnya untuk mendukung program SIDAYA yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif. Program ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendampingan bagi kelompok lanjut usia.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi berbasis akademik untuk mempercepat penanganan stunting melalui pendekatan edukasi dan pendampingan masyarakat. Keterlibatan perguruan tinggi dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan kualitas implementasi di lapangan.

Baca Juga:  Kemkominfo Buka Posko Penanganan Bantuan STB

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Gede Rasben Dantes, menyatakan kesiapan pihak kampus untuk mendukung program tersebut melalui berbagai kegiatan akademik.

“Pendekatan berbasis akademik yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat akan memperkuat efektivitas intervensi, terutama dalam perubahan perilaku dan peningkatan literasi kesehatan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program seperti KKN tematik, desa binaan, hingga keterlibatan fakultas kesehatan memiliki potensi besar untuk disinergikan dengan program BKKBN, termasuk dalam pendampingan keluarga berisiko stunting dan layanan KB pascapersalinan.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Dukung Penampilan Gong Kebyar Anak-Anak di PKB 2024

Melalui sinergi ini, diharapkan terbangun kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas keluarga, termasuk penguatan peran lansia dalam kehidupan sosial.(*/ub)