spot_img
spot_img
BerandaBaliBank Sampah Jadi Solusi, Buleleng Dorong Pembayaran PBB-P2 Sambil Tekan Volume Sampah...

Bank Sampah Jadi Solusi, Buleleng Dorong Pembayaran PBB-P2 Sambil Tekan Volume Sampah Plastik

UPDATEBALI.com, BULELENGPemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menghadirkan terobosan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan memanfaatkan pengelolaan sampah rumah tangga.

Program bertajuk “Sampah Kedas, Pajak Lunas” ini resmi diluncurkan di Bank Sampah Banyuning Bersih, Kamis, 30 April 2026.

Inovasi ini memungkinkan masyarakat membayar kewajiban pajak melalui hasil pemilahan dan penyetoran sampah, khususnya plastik, ke bank sampah.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni rendahnya kepatuhan pajak dan meningkatnya volume sampah rumah tangga.

Selama ini, persoalan sampah dan kepatuhan pajak berjalan terpisah. Volume sampah, terutama plastik, terus meningkat dan membutuhkan penanganan serius, sementara kesadaran masyarakat dalam membayar PBB-P2 masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo Sambut Baik Komitmen PM Malaysia Lindungi PMI

Melalui pendekatan ini, pemerintah menggabungkan keduanya dalam satu solusi berbasis aktivitas sehari-hari warga.

Masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, kemudian menyetorkannya ke bank sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap limbah kini memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan, termasuk untuk membantu pembayaran pajak.

Kepala Bapenda Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah kreatif dalam optimalisasi pendapatan daerah yang selaras dengan isu global.

“Nantinya sampah-sampah plastik khususnya itu dapat dikonversi secara ekonomi, sehingga masyarakat bisa membayar PBB-P2. Ini adalah bagian dari langkah kerja kreatif dan inovatif Bapenda dalam mengoptimalkan pemungutan PBB-P2 yang juga tidak terlepas dari isu global, yaitu memerangi sampah plastik,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Dirga Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77, Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Persatuan Bangsa

Ia menambahkan, program ini tidak hanya menawarkan alternatif pembayaran pajak, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumber.

Program tersebut telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, perangkat daerah, hingga pengelola bank sampah. Hal ini dilakukan untuk memastikan implementasi berjalan merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Buleleng.

Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menyatakan bahwa program ini akan diperluas ke desa-desa lain.

“Kita mau ketok tularkan ke desa lain, sehingga nanti betul-betul sampah yang sudah dipilah bisa terkelola. Masing-masing bank sampah yang dimiliki nanti bisa melakukannya dengan optimal,” jelasnya.

Baca Juga:  Kolaborasi FK dan FMIPA Unud Sukses Raih Juara 3 dalam Udayana Education Festival 2023

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut secara aktif.

“Harapannya dengan jargon sampah kedas pajak lunas, masyarakat yang mempunyai sampah nanti bisa ke bank sampah Banyuning Bersih ini. Sampah yang dikumpulkan akan dikompensasi dengan PBB-P2 yang dimiliki oleh masyarakat. Jadi, terkait dengan pengelolaan sampah dan pembayaran pajak dari masyarakat diharapkan bisa diselesaikan,” tambahnya.

Melalui program ini, pengelolaan sampah diharapkan menjadi gerakan bersama yang dimulai dari rumah. Selain menciptakan lingkungan lebih bersih, inisiatif ini juga mendorong masyarakat lebih tertib membayar pajak sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments