UPDATEBALI.com, BULELENG – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini diwujudkan dalam aksi nyata melalui kegiatan bersih pantai yang digelar di Pantai Kubu Jati, Jumat 17 April 2026.
Gerakan ini menegaskan peran perempuan sebagai motor perubahan dalam menjaga lingkungan.
Para peserta yang didominasi kaum perempuan tampil mengenakan kebaya, mencerminkan identitas sekaligus simbol emansipasi. Aksi tersebut menjadi pesan bahwa perempuan kini mengambil peran strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam isu sosial dan pelestarian alam.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi TP PKK Kabupaten Buleleng bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Buleleng. Turut hadir Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, serta jajaran perangkat daerah.
Ketua TP PKK Buleleng, Wardhani Sutjidra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menuju Buleleng bebas sampah. Ia menekankan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci, terutama dalam membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik, serta pengolahan mandiri di rumah dinilai mampu mengurangi sebagian besar persoalan sampah rumah tangga.
Gerakan ini juga diperkuat melalui konsep PEDAS (Palemahan Kedas), yang mendorong tanggung jawab individu terhadap sampah yang dihasilkan.
“Ketika perempuan bergerak, dampaknya akan meluas hingga ke keluarga dan masyarakat. Ini bukan hanya peringatan Kartini, tetapi langkah nyata menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.(adv/ub)





